detikhealth

Terpopuler detikHealth

Risiko di Balik Diet Ketogenik, 'Bang Napi' Melawan Diabetes

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Rabu, 04/10/2017 07:35 WIB
Risiko di Balik Diet Ketogenik, Bang Napi Melawan DiabetesDiet ketogenik ternyata berisiko bagi kesehatan/Foto: thinkstock
Jakarta, Salah satu diet kekinian, yakni diet ketogenik, rupanya menyimpan risiko bagi kesehatan. Jika dijalankan secara berlebihan, diet ini bisa mengancam ginjal.

Demikian disampaikan oleh praktisi diet dari lightHOUSE, dr Grace Judio-Kahl, MSc, MH, CHt. Menurutnya, diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat ini cukup dilakukan selama 2-3 pekan saja.

"Paling lama 2 bulan dan setelah itu kembali mengonsumsi karbohidrat dengan indeks gula darah rendah seperti nasi merah, roti gandum, buah dan sayur," katanya.

Baca juga: Diet Ketogenik Paling Lama 2 Bulan, Ini Risikonya Kalau Berlebihan

Dalam jangka panjang, diet seperti ini bisa menyebabkan sembelit karena kurang asupan serat. Bahkan, ketidakseimbangan asam-basa yang ditimbulkannya bisa berdampak pula pada pengendapan kristal batu ginjal.

"Karena tubuh terlalu asam, itu untuk ambil basa tubuh akan ambil kalsium untuk netralisir si asamnya tadi. Karena itu orang bisa jadi kena batu ginjal," tambah dr Grace.

Baca juga: Fakta Diet Ketogenik Seperti Dilakukan Audy Istri Iko Uwais

Beralih ke diabetes. Penyakit kencing manis rupanya menggerogoti Arie Hendrosaputro, atau lebih dikenal sebagai 'Bang Napi', sebelum sang pemeran tokoh fenomenal dalam sebuah acara TV ini meninggal dunia Selasa (3/7/2017).

"Sakit diabetes itu sudah lama. Cuma meninggal ini nggak tahu kenapa," tutur Lubba Rosita, sanak keluarga Arie, seperti dikutip dari DetikHOT.

Risiko di Balik Diet Ketogenik, 'Bang Napi' Melawan DiabetesArie Hendrosaputro, atau lebih dikenal sebagai 'Bang Napi' meninggal dunia karena penyakit kencing manis atau diabetes/Foto: (YouTube)


Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan ketidakmampuan tubuh mengontrol kadar gula darahnya. Ini terkait dengan kegagalan fungsi insulin, hormon dalam tubuh yang berfungsi memetabolisme gula.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) mencatat, diabetes membutuh 1,6 juta orang pada 2015 dan menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Diperkirakan 8,5 persen orang dewasa di atas usia 18 tahun adalah pengidap penyakit ini.

Baca juga: Mengenal Diabetes, Penyakit yang Diidap 'Bang Napi' Sebelum Meninggal(up/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit