detikhealth

Takaran Aman Konsumsi Jengkol Agar Tak Keracunan

Widiya Wiyanti - detikHealth
Jumat, 13/10/2017 14:00 WIB
Takaran Aman Konsumsi Jengkol Agar Tak KeracunanBoleh makan jengkol, tapi secukupnya saja agar tidak menyebabkan keracunan. Foto: detikfood
Jakarta, Jengkol adalah salah satu makanan yang banyak disukai oleh masyarakat Indonesia. Walau membuat aroma urine menjadi bau menyengat, tetapi jengkol tidak kehilangan pamor dimata penggemarnya.

Dalam takaran yang wajar, jengkol punya kandungan bermanfaat seperti sayur pada umumnya yakni serat. Seperti halnya kacang-kacangan yang lain pula, jengkol juga kaya akan protein.

"Selain itu juga seperti sayuran pada umumnya lah, ada vitamin juga di sana. Mineral dan segala macam," kata dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, ahli pencernaan dari RS Cipto Mangunkusumo.

Baca juga: Agar Tidak Keracunan, Perbanyak Minum Air Putih Usai Makan Jengkol

Sebaliknya, jika dikonsumsi terlalu banyak akan menyebabkan efek kejengkolan, atau keracunan asam jengkolat. Bahayanya, bisa sebabkan gagal ginjal dan bahkan kematian.

Nah, seberapa banyak takaran yang wajar dan diperbolehkan makan jengkol agar tidak keracunan?

"Satu, dua, atau tiga saja. Sesekali boleh," jawab dr Ari, kepada detikHealth melalui saluran telepon.

Menurut dr Ari, reaksi setiap orang berbeda-beda tergantung pada kesensitifannya terhadap asam jengkolat tersebut. Tetapi tetap, ia menyarankan untuk tidak terlalu banyak mengonsumsinya.

Terlebih lagi bagi orang yang memiliki gangguan pada ginjal sebelumnya. "Bagi yang sudah ada gangguan, ya harus lebih berhati-hati," tutupnya.

Baca juga: Kebanyakan Makan Jengkol, Resikonya Gagal Ginjal Hingga Kematian

(wdw/fds)


 
Foto Terkait

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit