detikhealth

Pertolongan Pertama Choirul Huda Jadi Perbincangan Warganet

Firdaus Anwar - detikHealth
Senin, 16/10/2017 12:20 WIB
Pertolongan Pertama Choirul Huda Jadi Perbincangan WarganetChoirul Huda (tengah) memasuki lapangan sebelum pertandingan melawan Semen Padang. (Foto: Rahbani Syahputra/Antara Foto)
Jakarta, Kiper Persela Lamongan Choirul Huda meninggal setelah mengalami cedera di tengah pertandingan melawan Semen Padang FC. Choirul mengalami benturan dengan rekan setimnya sendiri namun saat itu ia masih sadar dan tampak terduduk kesakitan.

Hingga akhirnya tim medis datang dengan tandu dan membawa Choirul yang mulai kehilangan kesadaran ke RSUD dr Soegiri. Namun sayang sesampainya di rumah sakit nyawa Choirul tidak bisa diselamatkan tim dokter.

Baca juga: Mengapa Cedera Seperti yang Dialami Choirul Huda Bisa Fatal?

Terkait hal tersebut, muncul beberapa perbincangan oleh warganet yang membahas penanganan pertolongan pertama untuk Choirul:

Penyangga seperti ini seharusnya menjadi standar penanganan cedera kepala dan leher.Penyangga seperti ini seharusnya menjadi standar penanganan cedera kepala dan leher. Foto: Thinkstock


1. Cervical collar

Akun milik Sigit Pramudya, fisioterapis yang pernah bekerja untuk Persib Bandung, turut berkomentar. Hal yang menjadi sorotannya adalah tidak ada cervical collar (alat penyangga leher). Padahal alat tersebut penting untuk menjaga kestabilan leher dan kepala pemain sehingga cedera tidak semakin parah.

Tabung oksigen dibawakan oleh pemain lain.Tabung oksigen dibawakan oleh pemain lain. Foto: thinkstock


2. Tabung oksigen

Pengantaran tabung oksigen untuk Choirul yang masih kesakitan di tengah lapangan dilakukan oleh pemain lain Riko Simanjuntak. Riko mengatakan ingin membantu mempercepat pertolongan karena sosok petugas pria yang membawa tabung sudah sedikit tua.

"Team medis rescue harusnya masih bertenaga, sangat disayangkan apalagi ini ajang level nasional," komentar pembaca detik Randoko.

Baca juga: Riko Simanjuntak dan Tabung Oksigen untuk Menolong Choirul Huda

Ambulans saat Fernando Torres cedera.Ambulans saat Fernando Torres cedera. Foto: REUTERS/Miguel Vidal


3. Ambulans di pinggir lapangan

Sigit juga menyayangkan mengapa ambulans yang berada di pinggir lapangan. Menurutnya mengapa ambulans tidak masuk ke lapangan saja daripada harus Choirul yang menghampiri dengan ditandu.

Choirul disebut terlalu terburu-buru dipindahkan.Choirul disebut terlalu terburu-buru dipindahkan. Foto: Rahbani Syahputra/Antara Foto


4. Terburu-buru tampak tidak profesional

"Jangan ngasal untuk memindahkan klien, karna takutnya ada trauma dibagian rusuk, tulang leher yg menyebabkan henti nafas & henti jantung," kata seorang pembaca detik mengomentari kejadian yang menimpa Choirul.

Hal serupa juga diutarakan Sigit yang menekankan seharusnya tim medis tidak perlu buru-buru memindahkan posisi Choirul ke tandu. Tujuannya untuk menghindari kemungkinan cedera yang lebih fatal.



(fds/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit