detikhealth

Senang Menyebarkan Video Porno? Ini Salah Satu Penjelasan Psikologisnya

Erika Kurnia - detikHealth
Jumat, 27/10/2017 11:35 WIB
Senang Menyebarkan Video Porno? Ini Salah Satu Penjelasan PsikologisnyaMudahnya menyebarkan konten negatif di medsos dipengaruhi latar psikologis. Foto: Mindra Purnomo/detikcom
Jakarta, Penyebaran video mesum yang harusnya menjadi konsumsi pribadi menjadi milik publik, bukanlah hal yang etis. Termasuk menyebarkan video mesum yang beredar belakangan ini.

Para peneliti di University of Kent di Inggris, seperti dilansir Medicaldaily, Jumat (27/10/2017), telah mengidentifikasi sifat psikologis paling umum dari sikap publik terhadap salah satu pelanggaran moral tersebut. Hal ini dikaitkan dengan fenomena "revenge porn" atau tindakan penyebaran konten pornografi pribadi dengan motif balas dendam.

Para periset menemukan, 99 persen orang menyatakan setidaknya beberapa persetujuan pada pornografi non-sensitif yang diposkan secara online dengan skenario di mana pasangan tersebut telah putus. Yang lebih mengejutkan lagi, 87 persen orang menunjukkan pemakluman pada konsep menjatuhkan mantan.

Baca juga: Jangan Kirim Video Mesum ke Teman, Anda Bisa Dipidana!

Sayangnya, hanya 29 persen peserta yang meyakini itu sebagai jenis penganiayaan domestik online. Sentimen ini dibagi di antara pria dan wanita, yang sama-sama rentan terhadap penganiayaan domestik secara online.

Maraknya motif balas dendam seperti ini difasilitasi oleh maraknya penggunaan media sosial. Diperkirakan ada 2.000 situs web porno balas dendam di seluruh dunia, di mana banyak orang berulang kali menjadi korban karena tersebarnya gambar atau video pribadi mereka di situs publik semacam itu.

Sebuah survei Cyber Civil Rights Initiative 2015 menemukan lebih dari 1.600 responden berusia antara 18 tahun dan 30 tahun, 61 persen di antaranya pernah mengambil foto telanjang atau video dirinya dan membagikannya kepada seseorang, sisanya 23 persen responden adalah korban balas dendam.

Di antara korban tersebut; 93 persen melaporkan tekanan emosional yang signifikan; 82 persen melaporkan kehidupan sosial mereka, seperti pekerjaan dan fungsi sosial mereka hancur; dan lebih dari setengahnya menunjukkan keinginan untuk melakukan bunuh diri.

Baca juga: Benarkah Struktur Otak Berubah Akibat Pengaruh Video Porno?

(up/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close