detikhealth

Updated

Dampak Kesehatan Jika Benar Alexis Ditutup karena Prostitusi

Widiya Wiyanti, Firdaus Anwar - detikHealth
Selasa, 31/10/2017 13:00 WIB
Dampak Kesehatan Jika Benar Alexis Ditutup karena ProstitusiHotel Alexis (Foto: detiknews)
Jakarta, Tidak diperpanjangnya izin Hotel Alexis di Jalan RE Martadinata No 1, Jakarta Utara tengah ramai jadi perbincangan. Pasalnya, penolakan permohonan izin dikarenakan adanya beberapa laporan masyarakat.

"Beberapa bulan belakangan ini, banyak sekali laporan masyarakat dan informasi di media massa yang mengangkat mengenai praktik prostitusi di Hotel Alexis. Tentunya hal tersebut menjadi catatan kami," ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta Edy Junaedi, dikutip dari detikNews, Selasa (31/10/2017).

Di dunia kesehatan, tempat-tempat prostitusi sering dimasukkan ke dalam peta 'hot spot' di mana penduduk sekitarnya diawasi lewat skrining penyakit dan diberi penyuluhan. Apa yang terjadi bila satu tempat prostitusi ditutup?

dr Bunga Listia Paramita dari Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON) Cibubur mengatakan ketika satu tempat ditutup maka efek minimal dapat mengurangi prevalensi penyebaran penyakit.

"Kalau ditutup ya otomatis peluang terjadi prostitusi akan berkurang. Salah satu predisposisi untuk kanker serviks misalnya kan berganti-ganti pasangan, jadi secara tidak langsung akan menurunkan risiko kanker serviks," kata dr Bunga ketika ditemui detikHealth, Selasa (31/10/2017).

Baca juga: Ini Pernyataan Lengkap Alexis soal Penutupan Hotel dan Griya Pijat

Sementara itu dr Amy Cynthia de Meriyenes dari Female Cancer Program Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengatakan ditutupnya tempat prostitusi bisa juga tidak berpengaruh apa-apa bila tidak disertai tindakan susulan. Menurutnya seks bebas berisiko adalah suatu perilaku sehingga mungkin saja bila satu jalur tertutup seseorang kan mencari jalur lainnya.

Apa yang bisa dilakukan adalah segera mengajak memberi penyuluhan kepada orang-orang dengan faktor risiko.

"Ketika seorang prostitusi di luar kan kita tidak pernah tahu. Karena itu menurut saya kalau ditutup satu jalur ya alhamdulillah membantu kita bisa merangkul sebanyak-banyaknya orang dengan perilaku berisiko untuk periksa. Setiap wanita harusnya periksa tidak hanya pekerja seks komersial," papar dr Amy.

Baca juga: Risiko Kesehatan yang Tak Akan Terjadi Jika Setia pada Pasangan

Sementara itu, dr Asti Widihastuti, MHC dari Pusat Penelitian HIV-AIDS (PPH) Unika Atma Jaya Jakarta mengaitkannya dengan pengendalian HIV (Human Imunodeviciency Virus). Sekadar menutup tanpa disertai upaya lain, penutupan tempat prostitusi dinilainya bisa menyulitkan program pengendalian HIV-AIDS.

"Kalau ditutup atau dibubarkan, mereka akan mencar-mencar kerja sendiri, risiko penularannya lebih besar," jelasnya.(wdw/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit