Pentingnya Asupan Kalori untuk Cegah Berat Badan Kurang pada Anak

Pentingnya Asupan Kalori untuk Cegah Berat Badan Kurang pada Anak

adv - detikHealth
Sabtu, 09 Des 2017 00:00 WIB
Pentingnya Asupan Kalori untuk Cegah Berat Badan Kurang pada Anak
Jakarta -

Dalam memantau pertumbuhan anak, ibu tidak boleh menyepelekan soal berat badannya. Faktanya, kenaikan berat badan merupakan salah satu parameter status gizi dan kesehatan anak.

Bila berat badan anak di bawah rata-rata dibandingkan dengan tinggi badan dan usia, maka anak dikatakan mengalami berat badan kurang atau yang lebih dikenal dengan sebutan underweight. Ibu harus waspada jika anak mengalami berat badan kurang karena bisa menganggu sistem kekebalan tubuh.

Hal tersebut bisa membuat anak gampang terkena penyakit dan infeksi karena terjadi sistem penurunan imun. Belum lagi butuh waktu lama untuk proses pemulihannya. Mirisnya lagi, hal ini memberikan dampak jangka panjang, yakni anak berisiko mengalami gangguan tumbuh kembang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data WHO tahun 2013, ada sekitar 98 juta (17%) anak balita masuk dalam kelompok underweight. Lalu dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, diketahui prevalensi berat badan kurang di Indonesia mencapai 19,6% yang terdiri dari 5,7% gizi buruk dan 13,9% gizi kurang.

Berat badan kurang pada anak bisa dicegah dengan memantau berat badannya melalui kegiatan menimbang. Dengan memantau berat badan anak, ibu bisa mendeteksi sejak dini apakah anak mengalami masalah kurang gizi. Untuk anak berusia 0-5 tahun, ibu harus rutin menimbang berat badannya satu bulan sekali.

Pada umumnya, anak akan mengalami peningkatkan berat badan di bulan berikutnya. Namun bila berat badannya tidak meningkat dua bulan berturut-turut, tandanya pertumbuhan anak tertunda. Memantau berat badan anak juga bisa dilakukan dengan Kartu Menuju Sehat (KMS). Setiap anak harus memilki KMS untuk membantu pertumbuhannya dengan menandainya lewat pencantuman titik pada KMS.

Setiap titik akan dihubungkan sehingga membentuk garis yang menunjukan kondisi pertumbuhan si anak. Jika garis naik mengikuti grafik pertumbuhan, tandanya pertumbuhan anak baik. Jika garis datar atau bahkan menurun berarti anak harus mendapat penanganan lebih lanjut dari Puskesmas atau dokter.

Ibu juga dapat mengakses situs www.cekberatanak.id untuk memantau perkembangan berat badan anak. Caranya dengan memasukkan data-data anak berupa berat badan, tanggal lahir, dan tinggi badan untuk melihat status pertumbuhannya.

Yuk, cegah anak dari masalah berat badan kurang dengan memperhatikan asupannya, yakni dengan menerapkan pola makan seimbang. Dengan kata lain segala kebutuhan asupan kalori, seperti karbohidrat, lemak, hingga protein harus dipenuhi dengan porsi yang pas.

Untuk anak usia 0 sampai 6 bulan, ibu harus rutin memberikan ASI. Sedangkan untuk anak usia 6 sampai 12 bulan, rutin diberikan ASI dan penerapan metode weaning food. Metode ini membiarkan anak mengambil makanan dan memasukkan ke dalam mulutnya sendiri atau tanpa disuapi.

Sementara jika anak telah berusia di atas 12 bulan, berikan asupan kalori yang tepat. Pilih sumber karbohidrat seperti nasi, kentang, atau produk gandum utuh untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan protein, ibu bisa memberikan olahan ikan dan ayam. Misalnya dibuat perkedel atau bola daging.

Asupan kalori pada anak sangat penting demi mendukung sistem perkembangan tubuh. Bukan hanya untuk sumber tenaga saja, tetapi juga untuk menghindarkan anak dari berat badan kurang dan tumbuh kembangnya pun menjadi optimal.

(adv/adv)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads