5 Tips Mengatasi Susah Bangun Pagi

5 Tips Mengatasi Susah Bangun Pagi

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Rabu, 13 Des 2017 07:02 WIB
5 Tips Mengatasi Susah Bangun Pagi
Cuaca dingin bikin malas untuk bangun pagi, tapi ada 5 tips untuk mengatasi. Foto: Thinkstock
Jakarta - Cuaca dingin di musim hujan bikin semakin malas untuk bangun pagi. Tombol snooze di alarm jadi tombol yang paling sering dipencet dalam situasi seperti ini.

Malas bangun bisa terjadi karena banyak hal. Pertama, perubahan cuaca mengubah jam biologis sehingga tubuh memerlukan waktu lebih lama untuk siap beraktivitas. Kemungkinan lain, cuaca dingin membuat kualitas tidur berkurang sehingga tidak bugar.

Apapun itu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

1. Buka jendela

Foto: Thinkstock
Membiarkan matahari pagi menerangi kamar sangat membantu menormalkan circadian rhythms, yang memang sangat dipengaruhi oleh cahaya. Gelap dan terang merupakan salah satu sinyal utama yang mempengaruhi jam biologis manusia. Kalaupun tidak ada jendela yang menghadap matahari, setidaknya nyalakan lampu.

2. Malam harinya, matikan lampu

Foto: Thinkstock
Sebaliknya, hindari paparan cahaya terang pada malam sebelumnya selama tidur. Cahaya terlalu terang saat tidur bisa menyebabkan susah tidur, dan akhirnya terbangun dalam kondisi tidak bugar alias malas-malasan pada pagi harinya.

3. Jangan kekenyangan

Foto: ilustrasi/thinkstock
Hindari makan berat 2-3 jam sebelum tidur. Perut yang terlalu penuh akan membuat sphincter atau katup yang membatasi lambung dengan kerongkongan, harus bekerja lebih keras agar isi lambung tidak berbalik ke atas. Rasa tidak nyaman di perut juga mengganggu kualitas tidur.

4. Hindari alkohol

Foto: iStock
Alkohol memang memiliki efek relaksasi, yang salah satunya membuat seseorang cepat mengantuk. Namun itu tidak berarti tidurnya lebih nyenyak, justru peminum alkohol dilaporkan lebih sering terbangun di malam hari. Tidak heran jika pagi harinya cenderung lebih sering bangun dalam kondisi pusing.

5. Biasakan tidur teratur

Foto: Thinkstock
Jam biologis akan bekerja jika ada rutinitas yang selalu terjaga. Termasuk untuk urusan tidur. Membiasakan diri untuk tidur pada jam-jam tertentu sangat memudahkan untuk bangun pada saat yang lebih teratur.
Halaman 2 dari 6
Membiarkan matahari pagi menerangi kamar sangat membantu menormalkan circadian rhythms, yang memang sangat dipengaruhi oleh cahaya. Gelap dan terang merupakan salah satu sinyal utama yang mempengaruhi jam biologis manusia. Kalaupun tidak ada jendela yang menghadap matahari, setidaknya nyalakan lampu.

Sebaliknya, hindari paparan cahaya terang pada malam sebelumnya selama tidur. Cahaya terlalu terang saat tidur bisa menyebabkan susah tidur, dan akhirnya terbangun dalam kondisi tidak bugar alias malas-malasan pada pagi harinya.

Hindari makan berat 2-3 jam sebelum tidur. Perut yang terlalu penuh akan membuat sphincter atau katup yang membatasi lambung dengan kerongkongan, harus bekerja lebih keras agar isi lambung tidak berbalik ke atas. Rasa tidak nyaman di perut juga mengganggu kualitas tidur.

Alkohol memang memiliki efek relaksasi, yang salah satunya membuat seseorang cepat mengantuk. Namun itu tidak berarti tidurnya lebih nyenyak, justru peminum alkohol dilaporkan lebih sering terbangun di malam hari. Tidak heran jika pagi harinya cenderung lebih sering bangun dalam kondisi pusing.

Jam biologis akan bekerja jika ada rutinitas yang selalu terjaga. Termasuk untuk urusan tidur. Membiasakan diri untuk tidur pada jam-jam tertentu sangat memudahkan untuk bangun pada saat yang lebih teratur.

(up/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads