detikhealth

Diet Experience

Malu Pernah Patahkan Kursi Studio, Penyiar Ini Turunkan Bobot 21 Kg

Cakra Virajati - detikHealth
Kamis, 11/01/2018 13:22 WIB
Before
After
Jakarta - Sebagai penyiar yang kerap mengambil job sebagai MC (Master of Ceremony), Cakra merasa kurang percaya diri dengan tubuh gemuknya. Terlebih, ada pengalaman memalukan yang pernah dialaminya.

Awal kerja sebagai penyiar radio, pria asal Boyolali Jawa Tengah ini pernah mematahkan kursi tempat ia siaran. Itu pertanda bahwa kursi biasa sudah tidak sanggup menahan berat badannya yang sudah jauh dari ideal.

Tak ingin berlarut-larut dengan aib memalukan tersebut, Cakra memutuskan untuk diet. Seperti apa ceritanya? Simak selengkapnya berikut ini.

Baca juga: Masih Ada Waktu! Ceritakan Pengalaman Dietmu, Raih Voucher Jutaan Rupiah

Halo, saya Cakra Virajati. Saat ini saya bekerja sebagai penyiar part time di salah satu radio swasta di Jogja. Saya menjalani profesi ini dengan bangga, karena memang ini adalah passion saya. Ketika bekerja dengan passion, toh nanti kita akan merasa nyaman menjalani kerja itu tanpa beban apapun. Bener gak?

Well, suatu ketika sedang asyiknya siaran, saya ingat kejadiannya sekitar bulan april 2017, kursi yang biasa jadi tempat duduk ketika siaran terdengar suara "praaakkk" dari arah bawah. Usut punya usut ternyata kursi yang saya gunakan patah. Mungkin saking semangatnya saya siaran. Maklum, ketika siaran ditambah lagu-lagu yang diputer itu enak, semangat jadi meningkat dong.

Ditambah lagi berat badan saya yang yang kala itu mencapai angka 125,2 kg. Beban yang diampu kursi itu sepertinya tidak lagi bisa menopang bobot saya ketika lagi duduk. Makanya kursi itu jadi patah. Gara-gara itu saya kena marah station manager radio saya dan menjadi bahan ejekan bagi teman-teman di kantor. Hanya maaf yang bisa saya sampaikan kepada bos saya itu. Malu? Jelas. Ketika itu saya baru menjadi penyiar di radio itu soalnya. Nah, sejak saat itu saya ingin mengurangi berat badan saya. Biar gak matahin kursi lagi ketika siaran. Hehehe.

Hari demi hari menanamkan mindset untuk diet kok tetap saja gagal. Sudah menahan makan ini itu tetap saja gagal. Awalnya saya mencoba diet yang puasa 18 jam. Bisa makan enak selama 6 jam sisanya. Tapi rasanya berat sekali. Memang sih berat badan saya turun karena saya padukan dengan olahraga. Turun 7 minggu dalam 3 minggu. Hanya saja kok lemes. Trus pusing. Makanya saya nyerah. Belum lagi tiap siaran pasti saja ada cemilan, gorengan, atau es teh manis kesukaan. Ah, menambah tantangan saya diet. Alhasil, berat badan saya kembali ke angka semula. Sedih rasanya. Perut kembali buncit, celana kembali sesak.

Sampai saya menemukan artikel di internet tentang diet low carbo. Di Indonesia diet ini dipopulerkan oleh Denny Santoso. 13 Juli 2017 akhirnya benar-benar saya bulatkan tekad untuk melakukan diet. Saat itu saya mulai menyadari bahwa badan ini sudah terlalu berat. Sudah tidak oke penampilannya. Celana jeans saja ukuran 44. Baju ukuran 4 XL. Susah mencari outfit kala itu. Padahal profesi penyiar yang juga bisa mengambil job sebagai MC ini membutuhkan penampilan yang proporsional. Tubuh harus terlihat bagus agar menarik orang tetap fokus pada MC saat membawakan suatu acara.

2 minggu melakukan diet, cobaan datang seperti badai. Namun, tetap meneguhkan tekad hingga akhirnya bisa menurunkan 3 kg. 7 minggu melakukan diet. Alhamdulillah berhasil menurunkan sekitar 11 kg. Sayangnya gak punya timbangan waktu itu, saya mampir ke apotek menimbang berat badan. For your information, saya nimbang di apotek dengan alasan untuk beli vitamin c agar bisa nimbang. Setelah transaksi selesai, saya sempatkan untuk menimbang berat saya. Hehehe. Perlahan tapi pasti, berat badan mengalami penurunan. Arah jarum pada timbangan terus bergerak ke arah kiri.

Di minggu kesembilan saya turun 16 kg. Lumayan kan. Celana jeans juga sudah muat di ukuran 40. Alhamdulillah gak susah cari jeans lagi. Memang penghargaan bagi diri kita ketika kita sedang diet itu adalah outfit baru! Bukannya makan makan enak di akhir minggu sebagai cheating day. Big no! Itu namanya tidak konsisten.

Oya, saya belum cerita tentang pola makan saya. Dari artikel di internet itu saya belajar mengenai diet yang dipopulerkan Denny Santoso. Dietnya low carbo high protein. Dengan intensitas makan yang lebih sering. 5 hingga 6 kali sehari. Pagi pukul 7 saya konsumsi 4 telur rebus ditambah 4 sendok makan oatmeal instant.

Caranya gampang, tinggal tambah air hangat saja untuk konsumsi oatmeal. Saya mengganti nasi dengan oatmeal karena seratnya yang lebih tinggi, selain itu kandungan karohidrat yang lebih rendah dan tentu saja kadar glukosa yang lebih minim. Karena glukosa sangat berbahaya bagi tubuh kita jika tidak diubah menjadi energi, yang ada malah menimbun jadi lemak.

Lanjut, sekitar jam 10 pagi saya makan 2 slices roti gandum atau 1 buah pir atau jeruk. Waktu istirahat siang saya gunakan untuk makan sayuran rebus dan daging panggang. Sayuran bisa berupa brokoli, bayam, sawi dan sayuran lainnya. Tanpa diolah dengan minyak goreng biasa. Sayuran itu ditambah dengan daging ayam at au sapi. Untuk ayam yang paling baik ambil dibagian dada karena kandungan lemak lebih sedikit. Daging tersebut tidak untuk di goreng atau diolah dengan minyak biasa, tapi di panggang atau dikukus, bisa juga direbus saja kalo suka. Kira kira saya konsumsi daging itu sekitar 200-300 gram. Oiya, ayam dan sapi bisa diganti dengan ikan.

Lanjut, jam 3 sore biasanya mulai lapar lagi. Biasanya ini jam-jam rawan ada makanan seperti gorengan atau snack snack ringan di meja kerja. Tapi kembali lagi, harus meneguhkan niat. Di jam ini saya ganti dengan roti gandum lagi atau buah. Jika ingin menambahkan rasa pada roti gandum, bisa menambah selai kacang. Atau kalau mau ngemil, saya biasa ganti dengan kacang rebus atau almond. Cuma kalau yang terakhir ini harganya agak mahal.

Jam 6 sore saya makan cukup berat lagi. Hampir sama dengan makan siang sebenarnya menunya. Hanya ditambah oatmeal atau segenggam nasi merah. Jika malam lapar lagi, selingi dengan snack sehat seperti kacang rebus. Sebelum tidur saya konsumsi yogurt atau susu rendah lemak. Saya lakukan pola makan seperti itu sampai saat ini. Gula juga sangat saya kurangi. Kalau minum es teh sekarang pesan yang tawar saja.

Diet itu saya gabungkan dengan olahraga angkat beban maupun workout (HIIT/High Intensity Interval Training) Di awal hanya angkat beban saja, tapi tidak terlalu efektif. Akhirnya saya gabungkan dengan HIIT dengan perbandingan 1:3. Artinya 20 menit angkat beban 60 menit cardio atau HIIT. Bagi yang ingin menurunkan badan kardio itu harus lebih dominan. Begitu kata artikel itu. Hohoho. Sekarang lagi nyoba workoutnya Shawn T. Mulai minggu ini saya coba gabungkan insanity workout Shawn T dengan angkat dumbel. Baru mencoba sekali kemarin hasilnya luar biasa. Keringat mengucur deras. Saya rasa metabolisme pun jadi lebih cepat. Kenapa saya melakukan ini? Karena tubuh saya sepertinya mulai bosan dengan olahraga yang itu itu saja. Alias monoton.

Oya, saya lakukan ini hanya di rumah saja. Awalnya ke tempat gym, lama-lama bosan. Anda bisa searching diet dan melakukan aktivitas olahraga sesuai dengan keinginan anda sebenarnya. Yang penting ada niat.

Sampai hari ini saya berhasil menurunkan 21kg. Walaupun di timbangan masih 3 angka, saya masih semangat untuk bisa menurunkan lebih banyak berat badan saya. Saya memiliki target 85 kg dan Insya Allah tahun ini bisa terealisasikan. Toh badan saya juga terasa lebih sehat dan bugar. Jarang kena penyakit juga. Dan yang paling penting tidak mematahkan kursi siaran lagi. Heeheh. Saya rajin banget ketika open mic siaran, membagi cara diet saya kepada para pendengar. Siapa tau bisa menginspirasi orang lain.

By the way, jangan lupa teguhkan niat berdiet. Tetep bahagia! Jangan jadikan diet sebagai beban, tapi jadikan sebagai gaya hidup yang anda bisa tularkan kepada rekan, sahabat dan keluarga anda. Saya bangga jadi pelopor hidup sehat di lingkungan saya.




(up/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit