detikhealth

Menkes Sebut Tersisa 13 Kasus Gizi Buruk di Asmat

Widiya Wiyanti - detikHealth
Rabu, 07/02/2018 11:38 WIB
Menkes Sebut Tersisa 13 Kasus Gizi Buruk di AsmatFoto: Zunita Amalia Putri/detikcom
Jakarta, Setelah melakukan imunisasi campak, pada 5 Februari 2018 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencabut status kejadian luar biasa (KLB) campak di Asmat, Papua. Bukan hanya memberikan imunisasi, tapi juga melakukan pengobatan terhadap gizi buruk di sana.

Ditemui di Gedung Prof Sujudi Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said Jakarta Selatan, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan bahwa kasus gizi buruk di Asmat sudah teratasi.

"Tadi laporan tinggal 13 yang masih di rumah sakit dan statusnya dalam pengobatan gizi buruk," ujarnya, Rabu (7/2/2018).

Baca juga: Dokter di Papua ke BEM UI: Di Asmat, Air Mineral untuk Bilas Daki

Semua pasien yang sudah membaik yang sebelumnya dirawat di kota Agats dikembalikan ke Asmat. Namun Menkes Nila mewanti-wanti adanya asupan gizi yang tidak terjaga selepas pengobatan gizi buruk yang telah dilakukan itu.

"Tapi masalahnya sekarang adalah yang kembali ke kampung-kampung itu ada 224 kampung, dan apa yang akan kita lakukan? Kita akan pantau juga supaya jangan kembali ke gizi buruk lagi," jelas Menkes Nila.

Untuk memantau tidak terjadinya lagi kasus gizi buruk, Menkes Nila mengatakan bahwa kesehatan memerlukan upaya lintas kementerian untuk ketahanan pangan di Asmat.

Baca juga: Foto: Agats, Ibu Kota Kabupaten Asmat yang Dibangun di Atas Rawa

(wdw/up)


 
Foto Terkait

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit