5 Penyakit 'Orang Tua' yang Ternyata Bisa Menyerang Anak Muda

5 Penyakit 'Orang Tua' yang Ternyata Bisa Menyerang Anak Muda

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Selasa, 20 Mar 2018 15:03 WIB
5 Penyakit Orang Tua yang Ternyata Bisa Menyerang Anak Muda
Foto: thinkstock
Jakarta - Beberapa penyakit seperti misalnya stroke sering dikaitkan dengan penyakit orang tua. Pada nyatanya, penyakit-penyakit ini bisa saja tuh menyerang seseorang di usia muda.

Dirangkum detikHealth, berikut ini adalah sejumlah penyakit yang identik dengan orang tua namun bisa juga menyerang anak muda. Baca selengkapnya di sini.

Batu ginjal

Foto: Ilustrasi/thinkstock
Kurang gerak menjadi masalah di era yang serba dimudahkan dengan kemajuan teknologi. Hal ini berdampakn pada meningkatnya angka remaja obesitas. Obesitas cenderung dapat memicu penyakit batu ginjal dibandingkan rekan-rekannya yang berat badannya normal.

Para ahli melakukan pengamatan terhadap gaya hidup dan pola diet yang mungkin menjadi penyebabnya. Ditemukan, anak-anak kadang tidak minum cukup air dan makan makanan yang mengandung garam dalam kadar tinggi sehingga dapat meningkatkan kalsium kemih. Semua hal yang dapat meningkatkan kalsium dalam urin diketahui dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal.

Stroke

Foto: ilustrasi/thinkstock
Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi stroke di Indonesia sebesar 12,1 persen per 1.000 penduduk. Angka tersebut meningkat dari Riskesdas 2007 sebesar 8,3 persen per 1.000 penduduk.

"Stroke dapat menyerang semua usia, anak anak sampai usia tua. Makin lanjut usia makin risiko kena stroke," sebut Direktur Utama RS Pusat Otak Nasional (PON), dr Mursyid Bustami, SpS(K), KIS, MARS beberapa waktu lalu.

Ini didukung dengan gaya hidup anak muda yang kurang memperhatikan kesehatan mulai dari kurang gerak, tingkat stres yang tinggi, makanan yang tinggi lemak jenuh, ditambah dengan kebiasaan minum minuman beralkohol dan merokok.

Hipertensi

Foto: thinkstock
dr Yuda Taruna, SpS(K), Ketua Indonesian Society of Hypertension (INA-SH), mengatakan memang hipertensi bisa menyerang kelompok umur manapun. Namun jika usia pasien masih di bawah 30 tahun, patut dicurigai adanya hipertensi sekunder.

Hipertensi sekunder adalah tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh masalah kesehatan atau penyakit lain, seperti gangguan pada pembuluh darah, jantung, ginjal, atau sistem endokrin.

Serangan jantung

Foto: thinkstock
Pernah disampaikan oleh dr Isman Firdaus, SpJP, MD, serangan jantung biasanya banyak mennyerang pria berusia di atas 30 tahun. Namun mereka yang berusia di bawah 30 tahun juga bisa kena, terutama jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung koroner.

"Beberapa faktor risiko yang bisa memicu serangan jantung dan harus diwaspadai di antaranya kebiasaan merokok, hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi," ujar dr Isman.

Radang sendi

Foto: Ilustrasi/thinkstock
Bukan pada orang tua saja, ternyata radang sendi juga bisa dialami anak muda, demikian disampaikan oleh dr Ghuna Arioharjo Utoyo, SpOT dari RS Hasan Sadikin Bandung saat dihubungi detikHealth.

"Ada dua (kejadiannya) pada orang lansia dan anak muda. Pada anak muda biasanya terjadi karena cedera," ucapnya.

Untuk mengatasi nyeri sendi yang terjadi, dr Ghuna menyarankan untuk memodifikasi gaya hidup. Ia memberi contoh untuk mengurangi kegiatan naik-turun tangga. Namun, harus diimbangi juga dengan aktif bergerak agar tidak memperberat kondisi sendi.
Halaman 2 dari 6
Kurang gerak menjadi masalah di era yang serba dimudahkan dengan kemajuan teknologi. Hal ini berdampakn pada meningkatnya angka remaja obesitas. Obesitas cenderung dapat memicu penyakit batu ginjal dibandingkan rekan-rekannya yang berat badannya normal.

Para ahli melakukan pengamatan terhadap gaya hidup dan pola diet yang mungkin menjadi penyebabnya. Ditemukan, anak-anak kadang tidak minum cukup air dan makan makanan yang mengandung garam dalam kadar tinggi sehingga dapat meningkatkan kalsium kemih. Semua hal yang dapat meningkatkan kalsium dalam urin diketahui dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi stroke di Indonesia sebesar 12,1 persen per 1.000 penduduk. Angka tersebut meningkat dari Riskesdas 2007 sebesar 8,3 persen per 1.000 penduduk.

"Stroke dapat menyerang semua usia, anak anak sampai usia tua. Makin lanjut usia makin risiko kena stroke," sebut Direktur Utama RS Pusat Otak Nasional (PON), dr Mursyid Bustami, SpS(K), KIS, MARS beberapa waktu lalu.

Ini didukung dengan gaya hidup anak muda yang kurang memperhatikan kesehatan mulai dari kurang gerak, tingkat stres yang tinggi, makanan yang tinggi lemak jenuh, ditambah dengan kebiasaan minum minuman beralkohol dan merokok.

dr Yuda Taruna, SpS(K), Ketua Indonesian Society of Hypertension (INA-SH), mengatakan memang hipertensi bisa menyerang kelompok umur manapun. Namun jika usia pasien masih di bawah 30 tahun, patut dicurigai adanya hipertensi sekunder.

Hipertensi sekunder adalah tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh masalah kesehatan atau penyakit lain, seperti gangguan pada pembuluh darah, jantung, ginjal, atau sistem endokrin.

Pernah disampaikan oleh dr Isman Firdaus, SpJP, MD, serangan jantung biasanya banyak mennyerang pria berusia di atas 30 tahun. Namun mereka yang berusia di bawah 30 tahun juga bisa kena, terutama jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung koroner.

"Beberapa faktor risiko yang bisa memicu serangan jantung dan harus diwaspadai di antaranya kebiasaan merokok, hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi," ujar dr Isman.

Bukan pada orang tua saja, ternyata radang sendi juga bisa dialami anak muda, demikian disampaikan oleh dr Ghuna Arioharjo Utoyo, SpOT dari RS Hasan Sadikin Bandung saat dihubungi detikHealth.

"Ada dua (kejadiannya) pada orang lansia dan anak muda. Pada anak muda biasanya terjadi karena cedera," ucapnya.

Untuk mengatasi nyeri sendi yang terjadi, dr Ghuna menyarankan untuk memodifikasi gaya hidup. Ia memberi contoh untuk mengurangi kegiatan naik-turun tangga. Namun, harus diimbangi juga dengan aktif bergerak agar tidak memperberat kondisi sendi.

(ask/up)

Berita Terkait