5 Tanda Seseorang Masuk Masa Ovulasi

5 Tanda Seseorang Masuk Masa Ovulasi

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Sabtu, 31 Mar 2018 17:21 WIB
5 Tanda Seseorang Masuk Masa Ovulasi
5 tanda masuk masa subur. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Sering disebut masa ovulasi terjadi pada hari ke-15 dari siklus menstruasi, padahal ini bisa berbeda antara satu dengan lainnya. Nah, agar tidak salah, kamu harus tahu tanda-tanda yang ada ketika tiba waktunya.

"Pada wanita sehat, ovulasi terjadi 14 hari sebelum menstruasi," kata Donnica L. Moore, MD, presiden Sapphire Women's Health Group di Chester, New Jersey. Jadi, jika siklusmu adalah 35 hari, ovulasi akan terjadi pada hari ke 21 dari siklus itu.

Dikutip dari The Bump, ini dia nih ciri yang muncul ketika seseorang mengalami ovulasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lendir serviks berubah

Foto: ilustrasi/thinkstock
Ketika kamu mendekati ovulasi, tubuh menghasilkan lebih banyak estrogen, menyebabkan lendir serviks menjadi lebih lentur dan lebih bening, seperti putih telur.

Perubahan lendir serviks terjadi pada sebagian besar wanita. Untuk mengujinya, masukkan jari bersih ke dalam vagina, keluarkan sebagian lendir dan kemudian rentangkan sekresi antara ibu jari dan jari Anda. Jika lengket dan elastis atau sangat basah dan licin, itu pertanda baik bahwa kamu sedang dalam fase subur.

Kemampuan indera penciuman yang meningkat

Foto: thinkstock
Masuk masa subur, ada banyak perubahan yang terjadi pada tubuh seorang wanita, salah satunya sensitivitas yang meningkat dari berbagai organ atau panca indera yang dimiliki.

Bagi sebagian wanita, penciuman yang lebih sensitif pada paruh kedua siklus menstruasi normal dapat menjadi tanda ovulasi. Dalam fase yang subur ini, tubuh akan lebih tertarik pada feromon lelaki androstenone.

Nyeri

Foto: ilustrasi/thinkstock
Sensitivitas payudara dan puting atau nyeri dapat menjadi tanda lain dari ovulasi, berkat derasnya hormon yang memasuki tubuh tepat sebelum dan sesudah ovulasi.

Beberapa wanita juga merasakan sakit ringan atau nyeri di perut bagian bawah, biasanya pada satu sisi. Sensasinya bisa bertahan di mana saja antara beberapa menit dan beberapa jam. Mungkin juga kamu mengalami perdarahan ringan, keluar cairan, atau mual bersamaan dengan rasa sakit atau nyeri.

Perubahan pada libido

Foto: Thinkstock
Banyak wanita menyadari dorongan seks mereka meningkat selama ovulasi. Tapi bukan cuma ovulasi kok yang mengakibatkan seseorang mengalami peningkatan hasrat untuk bercinta.

"Dorongan seksual dapat dipengaruhi oleh apa saja, termasuk apakah kamu baru saja minum segelas anggur atau hanya terlarut dalam suasana hati," ujar Moore.

Perubahan serviks

Foto: ilustrasi/thinkstock
Selama ovulasi, serviks mungkin menjadi lebih lebar, lembut dan lebih terbuka. Jadi, kalau kamu memiliki tanda-tanda seperti yang disebutkan sebelumnya, kemungkinan besar kamu memang sedang dalam ovulasi.

Tapi, kalau rasa nyeri tidak kunjung hilang, atau ditemukan masalah lainnya yang mencurigakan. Jangan sungkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ya ke dokter.
Halaman 2 dari 6
Ketika kamu mendekati ovulasi, tubuh menghasilkan lebih banyak estrogen, menyebabkan lendir serviks menjadi lebih lentur dan lebih bening, seperti putih telur.

Perubahan lendir serviks terjadi pada sebagian besar wanita. Untuk mengujinya, masukkan jari bersih ke dalam vagina, keluarkan sebagian lendir dan kemudian rentangkan sekresi antara ibu jari dan jari Anda. Jika lengket dan elastis atau sangat basah dan licin, itu pertanda baik bahwa kamu sedang dalam fase subur.

Masuk masa subur, ada banyak perubahan yang terjadi pada tubuh seorang wanita, salah satunya sensitivitas yang meningkat dari berbagai organ atau panca indera yang dimiliki.

Bagi sebagian wanita, penciuman yang lebih sensitif pada paruh kedua siklus menstruasi normal dapat menjadi tanda ovulasi. Dalam fase yang subur ini, tubuh akan lebih tertarik pada feromon lelaki androstenone.

Sensitivitas payudara dan puting atau nyeri dapat menjadi tanda lain dari ovulasi, berkat derasnya hormon yang memasuki tubuh tepat sebelum dan sesudah ovulasi.

Beberapa wanita juga merasakan sakit ringan atau nyeri di perut bagian bawah, biasanya pada satu sisi. Sensasinya bisa bertahan di mana saja antara beberapa menit dan beberapa jam. Mungkin juga kamu mengalami perdarahan ringan, keluar cairan, atau mual bersamaan dengan rasa sakit atau nyeri.

Banyak wanita menyadari dorongan seks mereka meningkat selama ovulasi. Tapi bukan cuma ovulasi kok yang mengakibatkan seseorang mengalami peningkatan hasrat untuk bercinta.

"Dorongan seksual dapat dipengaruhi oleh apa saja, termasuk apakah kamu baru saja minum segelas anggur atau hanya terlarut dalam suasana hati," ujar Moore.

Selama ovulasi, serviks mungkin menjadi lebih lebar, lembut dan lebih terbuka. Jadi, kalau kamu memiliki tanda-tanda seperti yang disebutkan sebelumnya, kemungkinan besar kamu memang sedang dalam ovulasi.

Tapi, kalau rasa nyeri tidak kunjung hilang, atau ditemukan masalah lainnya yang mencurigakan. Jangan sungkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ya ke dokter.

(ask/hrn)

Berita Terkait