"Pada wanita sehat, ovulasi terjadi 14 hari sebelum menstruasi," kata Donnica L. Moore, MD, presiden Sapphire Women's Health Group di Chester, New Jersey. Jadi, jika siklusmu adalah 35 hari, ovulasi akan terjadi pada hari ke 21 dari siklus itu.
Dikutip dari The Bump, ini dia nih ciri yang muncul ketika seseorang mengalami ovulasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lendir serviks berubah
|
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Perubahan lendir serviks terjadi pada sebagian besar wanita. Untuk mengujinya, masukkan jari bersih ke dalam vagina, keluarkan sebagian lendir dan kemudian rentangkan sekresi antara ibu jari dan jari Anda. Jika lengket dan elastis atau sangat basah dan licin, itu pertanda baik bahwa kamu sedang dalam fase subur.
Kemampuan indera penciuman yang meningkat
|
Foto: thinkstock
|
Bagi sebagian wanita, penciuman yang lebih sensitif pada paruh kedua siklus menstruasi normal dapat menjadi tanda ovulasi. Dalam fase yang subur ini, tubuh akan lebih tertarik pada feromon lelaki androstenone.
Nyeri
|
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Beberapa wanita juga merasakan sakit ringan atau nyeri di perut bagian bawah, biasanya pada satu sisi. Sensasinya bisa bertahan di mana saja antara beberapa menit dan beberapa jam. Mungkin juga kamu mengalami perdarahan ringan, keluar cairan, atau mual bersamaan dengan rasa sakit atau nyeri.
Perubahan pada libido
|
Foto: Thinkstock
|
"Dorongan seksual dapat dipengaruhi oleh apa saja, termasuk apakah kamu baru saja minum segelas anggur atau hanya terlarut dalam suasana hati," ujar Moore.
Perubahan serviks
|
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Tapi, kalau rasa nyeri tidak kunjung hilang, atau ditemukan masalah lainnya yang mencurigakan. Jangan sungkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ya ke dokter.
Halaman 2 dari 6











































