Dikutip dari Body+Soul, Kamis (5/4/2018), berikut ini adalah deretan penyakit yang sering menjangkiti anak namun bisa memberikan efek lebih buruk ketika terserang di usia dewasa. Apa saja? Simak selengkapnya di sini.
Baca juga: WHO: Kematian Karena Campak Sudah Berkurang |
Campak
|
Foto: Thinkstock
|
Ciri yang nampak seperti misalnya demam tinggi, umumnya merasa tidak enak badan, hidung meler, batuk, ruam kulit dan kemerahan. Tapi jangan dianggap sepele, menurut profesor Linda Selvey dari University of Queensland's School of Public Health justru orang dewasa yang mengalami ini bisa jadi lebih berbahaya.
"Mereka juga bisa mendapatkan infeksi sekunder seperti radang paru-paru," katanya.
Cara mencegahnya?
"Kebanyakan orang yang terkena campak adalah orang dewasa yang tidak cukup divaksinasi," ujar Selvey. Jadi kalau kamu orang dewasa yang lahir setelah tahun 1966 seharusnya sudah menjalani vaksin campak, gondong dan rubella (MMR).
Cacar air
|
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
"Kebanyakan orang dewasa divaksinasi, atau telah terpapar sebagai anak-anak," kata Selvey. Tapi ternyata itu bisa muncul kembali.
Orang dewasa dengan cacar beresiko pneumonia dan, jika dalam masa kehamilan, dapat mempengaruhi bayi yang belum lahir. Karena itu, jangan lupa imunisasi yuk.
Batuk rejan
|
Foto: Thinkstock
|
"Bakteri ini bisa ada di lingkungan sekitar kita dan orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah sangat mudah terkena infeksi bakteri ini. Sekitar 60 persen penyakit ini diderita oleh anak-anak di bawah usia 10 tahun," ujar Dr Agus Dwi Susanto, SpP, beberapa waktu lalu..
Orang dewasa yang terkena penyakit ini memiliki risiko pneumonia, karena itu pengobatannya harus dianggap serius. Begitu juga ibu hamil, sebaiknya juga sudah menerima vaksin pertussis.
Rubella
|
Foto: Agung Pambudhy
|
Tanda-tanda dan gejala rubella, terutama pada anak-anak, sering begitu ringan sehingga sulit untuk dilihat. Jika tanda-tanda dan gejala yang terjadi, mereka biasanya muncul antara dua dan tiga minggu setelah terpapar virus. Rubella biasanya berlangsung sekitar dua sampai tiga hari dengan gejala ruam merah muda yang diawali pada wajah dengan cepat menyebar ke punggung dan kemudian lengan dan kaki, demam ringan, sakit kepala, atau hidung tersumbat.
Rubella pada kehamilan dapat memiliki dampak yang parah pada bayi yang belum lahir, seperti tuli, kebutaan, cacat jantung dan keguguran. Komplikasi di masa dewasa juga bisa termasuk peradangan telinga tengah dan radang otak.
Halaman 2 dari 5











































