Jakarta -
Bau mulut adalah masalah kesehatan yang dapat membuat seseorang kehilangan rasa percaya dirinya. Nah di bulan Ramadan risiko untuk bau mulut ini akan meningkat karena puasa membuat kondisi mulut orang-orang jadi kering, tempat ideal bagi bakteri berkembang biak.
Bakteri-bakteri di mulut ini yang jadi sumber bau. Ketika bakteri mengurai sisa-sisa makanan di mulut, zat sisa yang dihasilkan memiliki bau tidak sedap.
Agar puasa tidak terganggu oleh masalah bau mulut, ada beberapa cara yang bisa dilakukan seseorang mulai dari sahur:
Makanan yang berbau tajam seperti petai, durian, dan jengkol dapat memperburuk masalah bau mulut sehingga tidak cocok dimakan untuk sahur. Sebagai gantinya Prof DR drg Melanie S.Djamil, MBiomed dari Fakultas Gigi Universitas Trisakti menurutkan sebaiknya seseorang mengonsumsi sayur dan buah yang banyak mengandung air.
"Buah yang sangat baik dikonsumsi ketika bulan ramadhan adalah buah yang mengandung banyak air seperti semangka lalu jangan lupa konsumsi kurma karena mengandung gula baik yang sangat bagus untuk mengembalikan energi," kata Prof Melanie.
drg G.A.P Langgeng Sari dari RS Mayapada Jakarta mengatakan penting menyikat gigi dan menggosok lidah untuk membersihkan bakteri pembuat bau di mulut. Biasanya orang-orang menggosok gigi namun melupakan bagian lidah.
"Membersihkan lidah merupakan salah satu cara menjaga kesehatan gigi dan mulut. Hal ini dikarenakan lidah sebagai tempat di mana berkumpulnya bakteri. Apabila menyikat gigi tanpa membersihkan lidah, maka bakteri di gigi dapat berpindah ke lidah," jelasnya.
Trainer Mundipharma Indonesia dr Mery Sulastri menyarankan agar orang-orang berkumur dan gargle dengan obat kumur antiseptik sehabis sahur. Tujuannya untuk mengendalikan flora di mulut lebih baik dari sekedar sikat gigi.
Jika produksi air liur menurun, maka kadar pH di dalam mulut juga akan menjadi turun dan menyebabkan mulut menjadi bau.
Nah, drg D. Yudha Rismanto, Sp Perio menyarankan untuk banyak-banyak mengaji saat puasa. Dengan mengaji saat atau setelah sahur maka seseorang bersuara, sehingga kelenjar saliva atau air liur akan dirangsang berproduksi.
Bagi para perokok, sebisa mungkin hindari aktivitas merokok terutama ketika sahur. Alasannya karena menurut drg Sari rokok adalah salah satu penyebab napas tidak sedap.
"Untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, juga perlu menghindari rokok karena rokok itu menjadi masalah dalam kesehatan gigi dan mulut. Selain itu, rokok juga bisa menyebabkan noda pada gigi serta kanker mulut," tandasnya.
Halaman Selanjutnya
Halaman