Ia berjualan es limun dan kaus sejak Sabtu (26/5/2018) lalu dan menghasilkan lebih dari 6 ribu dolar AS atau setara dengan 83 juta rupiah hanya dalam waktu dua jam. Nantinya uang ini akan ia berikan kepada orang tuanya untuk membantu kekurangan biaya pengobatan Dylan, si adik bayi.
Memakai kaus biru bertuliskan #TeamDylan, ia dan kawan-kawannya menggunakan truk dealer sebagai lokasi berjualan mereka di Greenwood. Selain berjualan, ia juga membuka laman donasi online bagi adiknya tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku akan menggunakannya untuk membayar resep dokter dan lain-lainnya, dan membelikannya boneka teddy bear juga. Aku cuma ingin membantu Dylan. Dia adik laki-laki kesayanganku," tutur Dilan, dikutip dari FoxNews.
Kedua orang tuanya sedang berada di rumah sakit untuk pengobatan. Sang ibu, Melissa, meng-update kondisi terbaru dari anak bungsunya ke laman Facebook yang ia buat khusus untuknya, bernama TEAM DYLAN.
"Matt dan aku ingin berterima kasih kepada SEMUANYA terhadap dukungan yang kami terima saat kami memulai perjalanan ini. Semua telepon, SMS, doa-doa terus mengalir dan jumlahnya tak terhingga. Kami sangat menghargainya!! Kami mohon untuk terus dukung kami karena kami menggenggamnya erat satu persatu agar kami mampu terus berjuang, tulisnya di laman tersebut, minggu lalu.
Terkait apa yang dilakukan oleh Andrew, Melissa menyebutkan hal tersebut merupakan bentuk rasa sayang darinya untuk Dylan. Bahkan saat ia diberitahu akan mempunyai adik laki-laki, Andrew sangat gembira.
"Agak sulit untuk menjelaskan kepada anak berusia 9 tahun tentang apa yang terjadi. Sejak ia tahu dia akan menjadi seorang kakak, ia sangat menyukainya. Tiap hari dia adalah anak yang spesial, dan kini siapapun juga bisa," lanjutnya.
Andrew bersama keluarganya saat kelahiran si adik bayi, Dylan. Foto: Facebook/teamdylan96 |
Menurut situs Mayo Clinic, sekitar 100 ribu orang di AS mengidap penyakit Krabbe ini dan biasanya diidap sejak bayi. Gejala muncul pada usia 6 bulan dan biasanya berakhir meninggal di usia 2 tahun.
Jika terjangkit pada anak-anak dan orang dewasa, maka bisa mengakibatkan komplikasi penyakit lain. Belum ada pengobatan bagi penyakit ini, namun tranplantasi sumsum tulang disinyalir dapat membantu pada bayi yang ditangani sebelum gejalanya semakin parah.
Andrew kerap melakukan panggilan video untuk menyapa adiknya lewat telepon genggam. Ia juga punya rencana besaar ketika ia bisa pulang nanti untuk bertemu adiknya.
"Aku bakalan peluk dia," katanya.












































Andrew bersama keluarganya saat kelahiran si adik bayi, Dylan. Foto: Facebook/teamdylan96