Veronica Adesla, seorang psikolog klinis dari Personal Growth menjelaskan kepada detikHealth berbagai faktor yang bisa menyebabkan depresi.
"Saya melihat kurangnya self-resilience atau resiliensi diri dan "bounce back" memegang peranan besar yang dapat membuat seseorang depresi," ujar Veronica.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Veronica, resiliensi diri adalah kemampuan seseorang untuk beradaptasi, menyesuaikan diri, tetap teguh bertahan ketika berhadapan dengan situasi yang sulit. Contoh situasi sulit yang dapat dihadapi seseorang adalah: kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan.
Sedangkan 'bounce back' adalah kemampuan seseorang untuk bangkit dan berjuang, belajar dan berdiri kembali dari keterpurukan.
Lalu, bagaimana cara membantu seseorang mengatasi depresi? Veronica menegaskan bahwa seseorang yang mengalami depresi sebaiknya segera melakukan konseling dengan ahlinya.
"Dorong dan ajak orang tersebut untuk konseling ke psikolog klinis. Kondisi depresi tidak dapat diremehkan, harus segera ditangani oleh professional. Semakin dini ditangani semakin cepat pemulihan mental dapat diwujudkan," ujar Veronica.










































