Psikolog dari Universitas Pelita Harapan, Karel Himawan, menyebut bahwa menangis adalah salah satu cara meluapkan emosi. Sedih maupun senang, sama-sama bisa diekspresikan dengan air mata.
"Itu bagian dari reaksi emosional saja. Orang-orang lebih sensitif secara emosional biasa menunjukan reaksi yang lebih intens juga, salah satunya dengan mengeluarkan air mata," kata Karel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetapi, sering menangis juga bisa disebabkan oleh hal lain. Misalnya faktor hormonal, fisiologis kelenjar air mata, atau bahkan penyakit dakriosistitis.
"Tapi untuk kasus pemain Korea Selatan ini, saya pikir alasannya akan lebih psikologis sebagai bentuk katarsis emosional dan wujud dari reaksi emosi yang sensitif dari pada karena penyakit. Karena kalau diakibatkan penyakit biasanya menangis tanpa sebab yang jelas," ujarnya.
Karel menegaskan, anggapan bahwa laki-laki tidak boleh menangis sudah tidak relevan di zaman sekarang.
"Rasanya kita sudah tidak lagi di zaman dimana paham 'lelaki tidak boleh menangis atau menangis berarti lemah' dianggap benar," kata Karel











































