Deretan Kebiasaan Sehat Warga Prancis yang Bikin Umur Panjang (2)

Deretan Kebiasaan Sehat Warga Prancis yang Bikin Umur Panjang (2)

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Minggu, 15 Jul 2018 20:20 WIB
Deretan Kebiasaan Sehat Warga Prancis yang Bikin Umur Panjang (2)
Mau panjang umur seperti warga Prancis? Ikuti kebiasaan sehatnya. (Foto: REUTERS/Jean-Paul Pelissier)
Jakarta - Tak salah jika banyak yang menyebut Prancis sebagai negara idaman untuk bertempat tinggal. Karena di negara romantis ini mulai dari kecil sudah ditanamkan kebiasaan sehat yang berpengaruh pada angka harapan hidup mereka yang cukup tinggi.

Beberapa deretan kebiasaan sehat warga Prancis berikut ini dapat kita tiru dan terapkan dalam keseharian kita, lho.

Nggak kenal namanya diet

Foto: Thinkstock
Makanan sehat di Prancis berawal dari kesederhanaan. Tak ada makanan yang dilarang-larang, kecuali jika sudah berlebihan. Orang Prancis tak mengenal kata diet.

Ketimbang menghindari karbohidrat, mereka lebih memilih memangkas porsinya saja. Orang-orang Prancis sangat mencintai makanan dan mereka memperlakukan makanan seakan mereka sangat memercayainya.

Say no to makan sendirian

Foto: Thinkstock
Dan makan bersama-sama adalah hal yang wajib di Prancis, terutama bagi keluarga, jadi tidak ada orang Prancis yang makan sendirian.

Dilansir Time, menurut sebuah studi orang-orang yang sering makan sendirian, terutama pria berisiko mengidap penyakit jantung dan diabetes serta meningkatnya depresi.

Punya banyak waktu libur

Foto: (Ilustrasi Thinkstock)

Dalam setahun, rata-rata orang Prancis punya 30 hari libur yang dibayar, minimal 25 hari. Sehingga tingkat stres dan kecemasan di Prancis juga terhitung sangat rendah dibanding Amerika Serikat misalnya, sampai-sampai ada ungkapan 'Orang Eropa kerja untuk hidup, orang Amerika hidup untuk kerja."

Kurangnya waktu liburan selain berdampak besar pada kesehatan jiwa, juga bisa menjadikan kesehatan jasmanimu buruk. Sehingga harus mengandalkan obat-obatan jika sakit.

Bekerja terlalu lama atau kerja lembur tanpa waktu libur yang cukup berkontribusi besar meningkatkan stres, kecemasan dan depresi.

Masak sendiri lebih enak

Foto: iStock
Sebagai negara yang disanjung atas kualitas kulinernya, orang Prancis terkenal akan kebiasaan mereka memasak makanan mereka sendiri. Terutama pada saat makan malam, dan mereka jarang membeli makanan di luar.

Selain itu bagi mereka, saat memasak lebih menyukai hal-hal yang tradisional ketimbang inovasi atau solusi-solusi cepat seperti bahan-bahan kimia. Dengan memasak sendiri, nutrisi akan terjamin dan juga lebih hemat dan sehat ketimbang makan di luar.

Di Prancis, pasar-pasar lokal kecil lebih menjamur dan diminati ketimbang supermarket. Banyak pedagang yang juga petani menjual hasil panennya; segar, organik dan lokal.

Kebiasaan sejak muda

Foto: iStock
Prancis menanamkan semua kebiasaan sehatnya sejak usia muda. Ada peraturan bagi anak-anak tidak diperbolehkan membawa bekal dari rumah dan wajib makan di kantin dengan empat kali sajian makan.

Jika tak ingin makan makanan di kantin, mereka boleh pulang ke rumah untuk makan. Kewajiban ini bisa menjadi salah satu pembelajaran bagi anak-anak untuk tidak pilih-pilih makanan.

Layanan kesehatan yang baik

Foto: Thinkstock
Untuk urusan layanan kesehatan, Prancis disebut terbaik nomor satu di benua Eropa, menurut International Living's 2016 Global Retirement Index.

Terdiri dari jaringan rumah sakit umum, rumah sakit swasta, dokter dan penyedia medis lainnya, sistem perawatan dan layanan kesehatan Prancis disubsidi sebagian oleh pemerintah, pengusaha dan kontribusi perorangan.

Hasilnya, Prancis menjadi salah satu negara paling sehat di dunia. Apalagi di situs resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tingkat ekspektasi hidup di Prancis cukup tinggi, usia 80 bagi pria dan usia 86 bagi wanita.

Halaman 2 dari 7
Makanan sehat di Prancis berawal dari kesederhanaan. Tak ada makanan yang dilarang-larang, kecuali jika sudah berlebihan. Orang Prancis tak mengenal kata diet.

Ketimbang menghindari karbohidrat, mereka lebih memilih memangkas porsinya saja. Orang-orang Prancis sangat mencintai makanan dan mereka memperlakukan makanan seakan mereka sangat memercayainya.

Dan makan bersama-sama adalah hal yang wajib di Prancis, terutama bagi keluarga, jadi tidak ada orang Prancis yang makan sendirian.

Dilansir Time, menurut sebuah studi orang-orang yang sering makan sendirian, terutama pria berisiko mengidap penyakit jantung dan diabetes serta meningkatnya depresi.

Dalam setahun, rata-rata orang Prancis punya 30 hari libur yang dibayar, minimal 25 hari. Sehingga tingkat stres dan kecemasan di Prancis juga terhitung sangat rendah dibanding Amerika Serikat misalnya, sampai-sampai ada ungkapan 'Orang Eropa kerja untuk hidup, orang Amerika hidup untuk kerja."

Kurangnya waktu liburan selain berdampak besar pada kesehatan jiwa, juga bisa menjadikan kesehatan jasmanimu buruk. Sehingga harus mengandalkan obat-obatan jika sakit.

Bekerja terlalu lama atau kerja lembur tanpa waktu libur yang cukup berkontribusi besar meningkatkan stres, kecemasan dan depresi.

Sebagai negara yang disanjung atas kualitas kulinernya, orang Prancis terkenal akan kebiasaan mereka memasak makanan mereka sendiri. Terutama pada saat makan malam, dan mereka jarang membeli makanan di luar.

Selain itu bagi mereka, saat memasak lebih menyukai hal-hal yang tradisional ketimbang inovasi atau solusi-solusi cepat seperti bahan-bahan kimia. Dengan memasak sendiri, nutrisi akan terjamin dan juga lebih hemat dan sehat ketimbang makan di luar.

Di Prancis, pasar-pasar lokal kecil lebih menjamur dan diminati ketimbang supermarket. Banyak pedagang yang juga petani menjual hasil panennya; segar, organik dan lokal.

Prancis menanamkan semua kebiasaan sehatnya sejak usia muda. Ada peraturan bagi anak-anak tidak diperbolehkan membawa bekal dari rumah dan wajib makan di kantin dengan empat kali sajian makan.

Jika tak ingin makan makanan di kantin, mereka boleh pulang ke rumah untuk makan. Kewajiban ini bisa menjadi salah satu pembelajaran bagi anak-anak untuk tidak pilih-pilih makanan.

Untuk urusan layanan kesehatan, Prancis disebut terbaik nomor satu di benua Eropa, menurut International Living's 2016 Global Retirement Index.

Terdiri dari jaringan rumah sakit umum, rumah sakit swasta, dokter dan penyedia medis lainnya, sistem perawatan dan layanan kesehatan Prancis disubsidi sebagian oleh pemerintah, pengusaha dan kontribusi perorangan.

Hasilnya, Prancis menjadi salah satu negara paling sehat di dunia. Apalagi di situs resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tingkat ekspektasi hidup di Prancis cukup tinggi, usia 80 bagi pria dan usia 86 bagi wanita.

(frp/fds)

Berita Terkait