"Tahun ini kita sudah siapkan. Jadi memang sudah lama program kami itu, sebelum naik haji kita memeriksakan kesehatan kita," ujar Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek, usai kunjungan ke Desa Iloponu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Menkes Nila selalu mengingatkan kepada para calon jemaah haji bahwa sebelum menjalankan rukun Islam yang kelima ini, calon jemaah haji wajib memiliki pembekalan kesehatan untuk mencegah penyakit berisiko tinggi, bukan hanya meliputi penyakit fisik tapi juga penyakit mental.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saksikan juga video 'Pentingnya Latihan Fisik untuk Persiapan Naik Haji':
"Karena jelas, umumnya jemaah yang naik haji merupakan orang yang sudah tua. Kalau kesehatannya nggak dijaga, sudah tua, penyakitan tentu nggak bagus begitu sampai di sananya," lanjut Nila.
Oleh sebab itu, pemerintah kerap berusaha mendorong sekaligus mendampingi para calon jemaah haji dengan berbagai tim, antara lain ada yang namanya tim preventif promotif, ada tim gerak cepat, dan juga persiapan rumah sakit di Arab Saudi.
"Tapi kan kita nggak ngarepin rumah sakit. Kita maunya mereka sehat-sehat. Kami juga kirim obat-obatan dan sekarang ada apotik juga join antara Indonesia sama Saudi Arabia," tandas Nila.












































