Psikolog dari Personal Growth, Monica Sulistiawati, mengatakan sejatinya tidak mudah bagi seseorang untuk jatuh dalam keadaan hipnotis. Ada beragam faktor yang menurutnya membuat seseorang mudah atau sulit dihipnotis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, apa saja faktor yang membuat seseorang mudah dihipnotis? Berikut di antaranya.
Kondisi psikologis
|
Foto: Ilustrasi oleh Zaki Alfarabi
|
Sebaliknya, orang yang sedang dalam kondisi fokus pada satu hal, sedang dalam masalah, marah atau sedih misalnya, akan lebih mudah dihipnotis.
"Umumnya kondisi-kondisi psikologis tertentu menunjukkan adanya keberpusatan (fokus) seseorang pada sesuatu hal. Misalnya saat sedang marah atau sedih, tentu orang akan berfokus pada permasalahan yang dialami. Inilah yang menyebabkan orang tersebut menjadi lebih mudah tersugesti," terang Monica.
Keinginan pribadi
|
Foto: Ilustrasi oleh Zaki Alfarabi
|
Rasa percaya dan keinginan pribadi membuat seseorang lebih mudah menerima saran dan ide, sekaligus lebih gampang mendapatkan sugesti.
"Jika ia mengikuti keinginan orang yang menghipnosis, hal ini dapat terjadi karena memang ada kehendak dari si orang yang dihipnosis untuk mengikutinya," tambahnya lagi.
Usia remaja
|
Foto: Ilustrasi oleh Zaki Alfarabi
|
Lain halnya dengan orang dewasa yang sudah berusia di atas 30 tahun misalnya. Orang dewasa lebih sulit dihipnotis karena kemampuan untuk menerima sugesti sudah berkurang.
"Sedangkan anak-anak usia balita, oleh sebab belum memiliki kemampuan fokus yang lama, menjadi lebih sulit untuk dihipnosis dan membutuhkan pendekatan yang berbeda," ujarnya.
Tingkat imajinasi
|
Foto: Ilustrasi oleh Zaki Alfarabi
|
"Semakin tinggi tingkat inteligensi seseorang, semestinya memiliki tingkat penerimaan sugesti yang lebih baik karena mereka mampu mengembangkan imajinasi, mempertahankan fokus lebih baik, dan lebih mudah memahami bimbingan atau instruksi dalam induksi hipnotis yang diberikan," ungkap Monica.
Sebaliknya, orang yang memiliki inteligensi di bawah rata-rata justru sulit dihipnotis karena sulit fokus, berimajinasi dan memahami instruksi yang diberikan.
Halaman 2 dari 5











































