Jika melihat fenomena sekarang, nampaknya banyak sekali remaja yang kerap mengeluarkan kata negatif. Padahal mendengar kata negatif bisa memberikan dampak yang buruk bagi otak, demikian dijelaskan oleh Gisella Tani Pratiwi, MPsi, Psikolog Anak dan Remaja. Dituturkan olehnya, perkembangan otak pada masa remaja masih belum selengkap pada orang dewasa di mana otak yang mengelola kondisi dan respon emosi serta otak bagian depan yang membuat rencana, analisa dan perilaku logis sudah berkembang seimbang.
Agar merasa diterima, maka remaja biasanya terdorong untuk melakukan kegiatan atau perilaku yang mirip atau sama dengan teman-temannya. Dan mungkin jika pada saat itu kata-kata negatif lah yang sedang 'in' atau populer, maka remaja secara spontan menirunya,Gisella Tani Pratiwi, MPsi, Psikolog Anak dan Remaja |
Lantas mengapa sih anak zaman now kerap mengucapkan kata-kata kasar?
Jadi gini menurut Gisella salah satu perkembangan diri remaja adalah eksplorasi pembentuk indentitas diri. Salah satu aspeknya adalah seberapa jauh ia merasa diterima sebagai bagian dari kelompok sepermainannya atau kelompok sebayanya. Agar merasa diterima, maka remaja biasanya terdorong untuk melakukan kegiatan atau perilaku yang mirip atau sama dengan teman-temannya.
"Dan mungkin jika pada saat itu kata-kata negatif lah yang sedang 'in' atau populer, maka remaja secara spontan menirunya," kata Gisella.
Jadi itulah pentingnya untuk meminimalisir penggunaan kata negatif. Yuk deh saling mengingatkan untuk menggunakan kosa kata yang lebih positif mulai sekarang.