Apa Kata Tinggi Badan Tentang Kesehatanmu? (1)

Apa Kata Tinggi Badan Tentang Kesehatanmu? (1)

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Jumat, 03 Agu 2018 12:30 WIB
Apa Kata Tinggi Badan Tentang Kesehatanmu? (1)
Foto: Getty Images
Jakarta - Mungkin kamu tak pernah mengira, bahwa selain masalah pada fisik yang terlihat, tinggi badan juga bisa menjadi indikasi penyakit. Yap, tak hanya berat badan, namun tinggi badanmu juga terkait dengan kesehatanmu.

Namun perlu diingat, tinggi badan ini bukanlah penyebabnya. Berikut ragam penyakit yang bisa dilihat dari tinggi badan:

Kanker

Foto: thinkstock
Beberapa riset mengungkapkan bahwa orang yang memiliki tinggi di bawah rata-rata memiliki risiko besar terkena kanker. Sebagai contoh, studi pada lebih dari 100.000 wanita di Eropa dan Amerika Utara menunjukkan bahwa perempuan yang lebiih pendek lebih banyak terkena kanker indung telur.

Dan studi pada 9.000 pria dewasa Inggris berusia antara 50-69 tahun menunjukkan bahwa pria yang lebih pendek memiliki kemungkinan besar terkena kanker prostat.

Diabetes

Foto: iStock
Panjang kakimu kemungkinan besar terkait dengan risikomu terkena diabetes tipe 2. Hal ini didasarkan dari data selama 5 tahun pada lebih dari 6.000 orang dewasa.

Para ahli berpikir bahwa orang yang tinggi sama sekali tidak akan terkena diabetes. Walau belum jelas mengapa dua hal ini terkait, namun ada satu pemikiran bahwa tubuh yang pendek merupakan tanda nutrisi yang buruk atau adanya masalah metabolisme lainnya sebelum kelahiran atau saat masa kanak-kanak.

Rambut rontok

Foto: thinkstock
Orang pendek lebih besar risikonya menjadi botak. Hal ini didasarkan oleh studi pada lebih dari 22.000 pria dewasa dari tujuh negara berbeda.

Para peneliti melihat adanya perubahan dalam gen-gen spesifik yang dapat meningkatkan kemungkinan seorang pria botak lebih dini. Mereka menemukan empat gen yang terkait baik pada pola kebotakan pria dan tubuh yang pendek.

Penyakit jantung

Foto: Thinkstock
Walau peneliti belum yakin mengapa, tapi orang yang lebih pendek dari 160 cm sebanyak 50 persen akan lebih mungkin terkena penyakit jantung koroner ketimbang mereka yang tingginya 173 cm atau lebih.

Alasannya mungkin karena nutrisi yang buruk atau ada infeksi sebelum lahir atau saat masih anak-anak yang memengaruhi pertumbuhan. Bisa juga karena ada gen yang memengaruhi baik tinggi badan dan risiko terkena penyakit jantung di masa depan.

Kehamilan

Foto: Thinkstock

Wanita yang bertubuh tinggi kemungkinan besar lebih lama hamil ketimbang yang bertubuh pendek. Dalam sebuah studi, wanita yang tingginya 152 cm lebih cepat melahirkan daripada mereka yang tingginya 173 cm atau lebih.

Dan pada setiap senti perbedaan dari kedua wanita hamil, yang lebih pendek melahirkan seperlima hari lebih cepat. Para peneliti belum yakin, namun bisa dikaitkan karena ukuran bagian tubuh tertentu, seperti pelvis atau serviks.

Halaman 2 dari 6

Beberapa riset mengungkapkan bahwa orang yang memiliki tinggi di bawah rata-rata memiliki risiko besar terkena kanker. Sebagai contoh, studi pada lebih dari 100.000 wanita di Eropa dan Amerika Utara menunjukkan bahwa perempuan yang lebiih pendek lebih banyak terkena kanker indung telur.

Dan studi pada 9.000 pria dewasa Inggris berusia antara 50-69 tahun menunjukkan bahwa pria yang lebih pendek memiliki kemungkinan besar terkena kanker prostat.

Panjang kakimu kemungkinan besar terkait dengan risikomu terkena diabetes tipe 2. Hal ini didasarkan dari data selama 5 tahun pada lebih dari 6.000 orang dewasa.

Para ahli berpikir bahwa orang yang tinggi sama sekali tidak akan terkena diabetes. Walau belum jelas mengapa dua hal ini terkait, namun ada satu pemikiran bahwa tubuh yang pendek merupakan tanda nutrisi yang buruk atau adanya masalah metabolisme lainnya sebelum kelahiran atau saat masa kanak-kanak.

Orang pendek lebih besar risikonya menjadi botak. Hal ini didasarkan oleh studi pada lebih dari 22.000 pria dewasa dari tujuh negara berbeda.

Para peneliti melihat adanya perubahan dalam gen-gen spesifik yang dapat meningkatkan kemungkinan seorang pria botak lebih dini. Mereka menemukan empat gen yang terkait baik pada pola kebotakan pria dan tubuh yang pendek.

Walau peneliti belum yakin mengapa, tapi orang yang lebih pendek dari 160 cm sebanyak 50 persen akan lebih mungkin terkena penyakit jantung koroner ketimbang mereka yang tingginya 173 cm atau lebih.

Alasannya mungkin karena nutrisi yang buruk atau ada infeksi sebelum lahir atau saat masih anak-anak yang memengaruhi pertumbuhan. Bisa juga karena ada gen yang memengaruhi baik tinggi badan dan risiko terkena penyakit jantung di masa depan.

Wanita yang bertubuh tinggi kemungkinan besar lebih lama hamil ketimbang yang bertubuh pendek. Dalam sebuah studi, wanita yang tingginya 152 cm lebih cepat melahirkan daripada mereka yang tingginya 173 cm atau lebih.

Dan pada setiap senti perbedaan dari kedua wanita hamil, yang lebih pendek melahirkan seperlima hari lebih cepat. Para peneliti belum yakin, namun bisa dikaitkan karena ukuran bagian tubuh tertentu, seperti pelvis atau serviks.

(frp/fds)

Berita Terkait