Jakarta -
Perut manusia adalah salah satu hal paling menarik untuk dibahas. Kekuatannya serta peranannya bisa menyajikan fakta-fakta menarik di baliknya.
"Ada yang disebut dengan insting
saluran cerna. Penelitian menemukan hubungan antara saluran cerna dengan otak. Makanan yang kita makan dan bakteri yang ada di dalam saluran cerna cukup kuat mempengaruhi perilaku manusia," kata Prof Dr M. Juffrie, SpA(K) PhD, dari Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, beberapa waktu lalu kepada
detikHealth.
Wih, penasaran dengan fakta lainnya seputar
perut? Dirangkum
detikHealth, ini dia beberapa di antaranya.
Meski mengira ini ada kaitannya, ternyata ukuran lambung tidak berkorelasi dengan berat badan atau pengendalian berat badan. Orang yang secara alami memang kurus bisa memiliki ukuran sama atau bahkan lebih besar dari orang yang lebih gemuk, seperti dikutip WebMD.
"Berat badan tidak ada kaitannya dengan ukuran lambung. Pada faktanya, orang yang telah menjalani operasi pengurang lambung, membuat perut mereka tidak lebih besar dari kacang kenari, dapat tidak mempengaruhi ukuran kecil tersebut dan masih mengalami kenaikan berat badan," kata direktur NYU of pediatric gastroenterology, Joseph Levy.
Berkat tingginya produksi asam hidroklorik yang sangat kuat, lambung meregenerasi lapisannya secara teratur," kata Sydney Ziverts, kesehatan dan nutrisi investigator dari ConsumerSafety.org.
Dilansir Mental Floss, rongga perut memiliki proses perlindungan yang kuat guna menjaga pH lambung seimbang. Ion kalium membantu memodulasi asam hidroklorik, dan lapisan lambung itu sendiri menghasilkan jumlah sel goblet lendir yang tinggi untuk melindungi lapisan.
Selain mencerna makanan, perut membantu melindungi seluruh tubuh. Saluran pencernaan memiliki sel pertahanan limfoid yang dikirim ketika misalnya virus atau infeksi bakteri melewati perut. Tak hanya itu, asam di perut juga membantu tubuhmu terhindar dari bakteri jahat.
"Keasaman di perut kita membantu mensterilkan apa pun yang kamu makan. Ini membunuh bakteri dan racun makanan potensial," kata Lisa Ganjhu, profesor gastroenterologi dan hepatologi di NYU Langone Medical Center.
Perut adalah salah satu kunci dalam mempertahankan mood yang seimbang. Beberapa temuan mengarah bahwa ada kaitannya antara mikrobioma usus dengan kesehatan mentalmu. Ah masa?
Bener deh, studi dari Journal of Psychiatric Research menemukan kalau mentransfer mikrobiota usus pasien manusia yang depresi ke tikus memberikan efek gejala depresi pada hewan pengerat itu. Wow.
Tubuh tetap bisa menggerakan makananmu melalui sistem pencernaan sekalipun kamu sedang melakukan headstand atau berdiri dengan kepala di bawah. Soalnya, masalah cerna mencerna makanan tidak ada kaitannya dengan gravitasi.
Saat tubuh mencerna makanan, yang digunakan adalah otot-otot. Itulah mengapa makanan tetap bisa dicerna sekalipun kamu tengah berdiri dengan posisi terbalik.
Halaman Selanjutnya
Halaman