Kualitas Udara Jakarta Disorot, Sandiaga Uno: Sempat 5 Besar Terburuk

Kualitas Udara Jakarta Disorot, Sandiaga Uno: Sempat 5 Besar Terburuk

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Selasa, 21 Agu 2018 16:36 WIB
Sandiaga Uno mengomentari tudingan soal buruknya kualitas udara DKI Jakarta saat pelaksanaan Asian Games 2018. (Foto: Elza Astari Retaduari/detikcom)
Jakarta - Mantan wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno turut berkomentar terkait isu kualitas udara DKI Jakarta yang disorot saat pelaksanaan Asian Games 2018. Dikatakan Sandiaga, isu kualitas udara sudah lama jadi perhatiannya.

"Saya yang pertama angkat isu soal kualitas udara Jakarta itu kan, karena waktu itu sempat masuk 5 besar terburuk di dunia," ujar Sandiaga saat ditemui di Gedung Transmedia, Jl Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (21/8/2018).


Perluasan kawasan ganjil-genap jadi solusi Sandiaga saat masih menjabat sebagai wakil gubernur. Menurutnya, sumber utama polusi udara di DKI Jakarta adalah asap kendaraan bermotor.

Dengan adanya perluasan kawasan ganjil-genap, maka diharapkan penggunaan kendaraan bermotor akan berkurang, dan polusi yang dihasilkan pun turun.

"Kenapa kita harus pembatasan? Karena 50 persennya (polusi udara) itu dari transportasi. Jika bisa mengurangi kendaraan di DKI maka akan menurunkan indeks polusi udaranya," ujar Sandiaga.

Diberitakan sebelumnya, Greenpeace Indonesia menyatakan bahwa kualitas udara Jakarta saat ini tidak sehat dan dapat mengganggu kesehatan masyarakat juga atlet Asian Games 2018.

"Kita mencatat bahwa sebulan terakhir itu 22 harinya tidak sehat dari parameter 2.5. Kenapa sangat penting ya, karena PM 2.5 ini berbahaya bagi kesehatan, karena ukuran polutan ini sepertigapuluh ukuran rambut manusia," ujar Bondan Andriyanu saat ditemui di Senayan.

(mrs/up)