Pelecehan seksual, terhadap pria dan wanita, kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Namun korban pelecehan umumnya memilih diam karena malu dan mengkhawatirkan efek pengakuannya. Pelaku sendiri kerap menganggap pelecehan sebagai ekspresi kedekatan.
"Pelecehan seksual adalah segala tindakan atau perkataan dengan materi seks yang tidak bisa diterima korban," tulis Division of Student Affairs di Case Western Reserve University.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa hal yang berisiko menyebabkan seseorang menjadi korban pelecehan adalah reaksi publik, khawatir terhadap status kepegawaian, atau nasib sebagai mahasiswa. Korban biasanya bergantung pada pelaku sehingga merasa tidak mampu melawan. Misal, korban khawatir kehilangan pekerjaan bila tak menuruti kemauan atasan. Perilaku pelecehan berisiko mengakibatkan lingkungan yang tidak sehat, bermusuhan, dan saling menyerang.
Case Western Reserve University menyarankan korban untuk segera melapor pada pihak berwajib. Korban harus bisa membela diri sebelum pelecehan terjadi untuk kali kedua. Perkuliahan ini menyediakan Emergency Room Examination/Preservation of Evidence, bagi warganya yang mengalami pelecehan seksual. Universitas ini mengatakan tidak berhenti menyelidiki pelecehan, meski korban telah mencabut laporannya dari pihak berwajib. Universitas ini juga memperingatkan warganya untuk tidak menjadikan pelecehan seksual sebagai bahan gosip.
Tonton Video Ariana Grande Dilecehkan Seorang Pastur (up/up)










































