Jika kamu salah satu orang yang tidak sarapan karena takut kelebihan berat badan, mungkin dengan menggeser waktu sarapan menjadi sedikit lebih siang adalah jawabannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para peneliti melakukan percobaan terhadap 16 orang yang berusia antara 29 sampai 57 tahun dan membaginya ke dalam 2 kelompok. Satu kelompok melakukan waktu sarapan seperti biasa dan kelompok lainnya melakukan sarapan dengan waktu yang telat 90 menit dari biasanya. Hasilnya, kelompok dengan pola sarapan yang diubah menjadi telat 90 menit mampu mengurangi kandungan lemak dalam tubuh 2 kali lebih banyak.
"Menurunkan lemak dalam tubuh bisa mengurangi risiko terkena obesitas dan penyakit yang terkait dengan obesitas seperti penyakit jantung. Jadi ini merupakan hal yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup kita secara keseluruhan," tutur Dr Jonathan Johnston seorang fisiologi dari University of Surrey.
Selain menggeser waktu sarapan, merubah waktu makan malam kita menjadi lebih cepat 90 menit dari biasanya juga memiliki efek yang hampir sama.
"Walaupun ini hanya merupakan studi dalam skala kecil, namun bisa memberikan informasi betapa pentingnya waktu makan bermanfaat bagi tubuh kita," ucap Dr Jonathan.
Baca juga: 4 Buah Terbaik Pendamping Sarapan (1) |
Saksikan juga video 'Camilan Setelah Sarapan yang Tak Bikin Gemuk':
(up/up)










































