4 Fakta EMM, Penyakit Langka Al Ghazali yang Disebut Serang Kelamin

4 Fakta EMM, Penyakit Langka Al Ghazali yang Disebut Serang Kelamin

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Selasa, 25 Sep 2018 12:53 WIB
4 Fakta EMM, Penyakit Langka Al Ghazali yang Disebut Serang Kelamin
Foto: Al Ghazali / Hanif Hawari
Jakarta - Musisi Ahmad Dhani mengaku bahwa putra sulungnya, Al Ghazali, mengidap penyakit langka Erythema Multiforme Major (EMM). Penyakit ini disebut menyerang bibir dan kelamin Al. Menurutnya, ini terjadi karena faktor keturunan.

"Jadi ciri-ciri sakit (EMM) itu adalah jadi yang diserang itu mohon maaf ya, kelamin. Dan Al bibir juga kena. Kalau saya yang diserang kelamin saja. Jadi kalau diserang penyakit itu harus istirahat," kata Dhani, dikutip dari detikHot.

Berikut ini adalah fakta-fakta mengenai EMM, dikutip dari Health Line.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa itu Erythema Multiforme?

Foto: Dok. Instagram/beril_photo
Erythema multiforme (EM) adalah gangguan kulit langka yang terutama menyerang anak-anak. Ketika terjadi pada orang dewasa, biasanya terjadi antara usia 20 dan 40, meskipun dapat terjadi pada orang-orang dari segala usia. Pria pun cenderung mengalami eritema multiforme lebih sering daripada wanita.

Penyakit ini biasanya disebabkan oleh infeksi atau obat-obatan. Biasanya ringan dan akan hilang setelah beberapa minggu atau yang disebut erythema multiforme minor.

Ada juga bentuk EM yang jauh lebih berat dan mengancam nyawa yang dapat memengaruhi mulut, mata, dan bahkan alat kelamin. Jenis ini disebut eritema multiforme mayor.

Tanda-tanda yang muncul

Foto: Dok. Instagram/beril_photo
Pada kasus EM minor, ruam akan mempengaruhi kedua sisi tubuh. Misalnya, jika menggunakan satu kaki, itu juga akan memengaruhi kaki yang lain. Biasanya, orang yang mengalami EM minor tidak memiliki gejala lain selain ruam yang terasa gatal atau terbakar dan mungkin demam ringan.

Dalam kasus EM mayor, bisa ada gejala tambahan, seperti kelelahan, sakit sendi, warna kecoklatan pada ruam setelah memudar, dan juga bisa secara serius mempengaruhi salah satu selaput lendir tubuh, paling sering bibir dan bagian dalam pipi.

EM mayor juga bisa mempengaruhi dasar mulut, langit-langit, dan gusi, mata, alat kelamin atau anus, trakea (tabung pernapasan), serta saluran pencernaan.

Pencetus

Foto: thinkstock
Erythema multiforme dikaitkan dengan virus yang menyebabkan luka (virus herpes simplex). Dokter juga percaya bahwa banyak kasus eritema multiforme terjadi ketika infeksi lain merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menyerang sel-sel kulit. Obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan seseorang mengembangkan eritema multiforme seperti obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID), obat antibakteri, antibiotik berbasis penisilin dan penicillin, obat anestesi, dan obat kejang.

Mendapatkan imunisasi terhadap penyakit seperti DPT atau hepatitis B juga dapat menyebabkan seseorang mengembangkan EM meskipun jarang terjadi dan risikonya rendah.

Dikutip dari Medscape, Erythema Multiforme merupakan kondisi akut pada kulit yang berulang dan bisa sembuh sendiri alias self limited. Diyakini sebagai reaksi hipersensitifitas tipe IV dan berhubungan dengan infeksi dan pengobatan tertentu, atau sebab lain.

Menular enggak ya?

Foto: Dok. Instagram/alghazali7
Tidak. Karena EM biasanya disebabkan oleh virus herpes simpleks atau reaksi terhadap obat atau vaksin. Itu berarti seseorang yang memilikinya tidak dapat memberikannya kepada orang lain. Tidak ada alasan untuk menghindari seseorang yang memiliki EM.

Kira-kira, itulah beberapa fakta mengenai EM.
Halaman 2 dari 5
Erythema multiforme (EM) adalah gangguan kulit langka yang terutama menyerang anak-anak. Ketika terjadi pada orang dewasa, biasanya terjadi antara usia 20 dan 40, meskipun dapat terjadi pada orang-orang dari segala usia. Pria pun cenderung mengalami eritema multiforme lebih sering daripada wanita.

Penyakit ini biasanya disebabkan oleh infeksi atau obat-obatan. Biasanya ringan dan akan hilang setelah beberapa minggu atau yang disebut erythema multiforme minor.

Ada juga bentuk EM yang jauh lebih berat dan mengancam nyawa yang dapat memengaruhi mulut, mata, dan bahkan alat kelamin. Jenis ini disebut eritema multiforme mayor.

Pada kasus EM minor, ruam akan mempengaruhi kedua sisi tubuh. Misalnya, jika menggunakan satu kaki, itu juga akan memengaruhi kaki yang lain. Biasanya, orang yang mengalami EM minor tidak memiliki gejala lain selain ruam yang terasa gatal atau terbakar dan mungkin demam ringan.

Dalam kasus EM mayor, bisa ada gejala tambahan, seperti kelelahan, sakit sendi, warna kecoklatan pada ruam setelah memudar, dan juga bisa secara serius mempengaruhi salah satu selaput lendir tubuh, paling sering bibir dan bagian dalam pipi.

EM mayor juga bisa mempengaruhi dasar mulut, langit-langit, dan gusi, mata, alat kelamin atau anus, trakea (tabung pernapasan), serta saluran pencernaan.

Erythema multiforme dikaitkan dengan virus yang menyebabkan luka (virus herpes simplex). Dokter juga percaya bahwa banyak kasus eritema multiforme terjadi ketika infeksi lain merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menyerang sel-sel kulit. Obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan seseorang mengembangkan eritema multiforme seperti obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID), obat antibakteri, antibiotik berbasis penisilin dan penicillin, obat anestesi, dan obat kejang.

Mendapatkan imunisasi terhadap penyakit seperti DPT atau hepatitis B juga dapat menyebabkan seseorang mengembangkan EM meskipun jarang terjadi dan risikonya rendah.

Dikutip dari Medscape, Erythema Multiforme merupakan kondisi akut pada kulit yang berulang dan bisa sembuh sendiri alias self limited. Diyakini sebagai reaksi hipersensitifitas tipe IV dan berhubungan dengan infeksi dan pengobatan tertentu, atau sebab lain.

Tidak. Karena EM biasanya disebabkan oleh virus herpes simpleks atau reaksi terhadap obat atau vaksin. Itu berarti seseorang yang memilikinya tidak dapat memberikannya kepada orang lain. Tidak ada alasan untuk menghindari seseorang yang memiliki EM.

Kira-kira, itulah beberapa fakta mengenai EM.

(ask/up)

Berita Terkait