Ciri-Ciri Infeksi Paru yang Kamu Harus Tahu

Ciri-Ciri Infeksi Paru yang Kamu Harus Tahu

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jumat, 28 Sep 2018 12:00 WIB
1.

Ciri-Ciri Infeksi Paru yang Kamu Harus Tahu

Ciri-Ciri Infeksi Paru yang Kamu Harus Tahu
Kenali gejala infeksi paru biar bisa segera diobati (Foto: iStock)
Jakarta - Infeksi paru diduga menjadi penyebab meninggalnya musisi Aray Daulay. Ini diungkap oleh pengamat musik Adib Hidayat dalam akun twitter miliknya.

Ada berbagai jenis infeksi paru yang mematikan, mulai dari TB (tuberkulosis) hingga pneumonia. Penyebabnya pun beragam, virus, jamur, hingga bakteri.

Secara umum, banyaknya kematian akibat penyakit paru bisa disebabkan oleh pengobatan yang terlambat. Nah supaya cepat mendapat pengobatan yang tepat, kenali gejala-gejala yang muncul ketika ada masalah dengan paru-paru.



Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini beberapa tanda yang bisa dikenali ketika paru-paru mengalami infeksi.
Demam merupakan salah satu indikasi utama terjadinya infeksi di dalam tubuh. Dikatakan demam adalah ketika suhu tubuh berada di atas suhu normal, yakni sekitar 37 derajat celcius. Biasanya disertai dengan sensasi meriang dan menggigil. Infeksi yang terjadi di jaringan paru juga bisa ditandai dengan gejala tersebut.

Dyspnea atau sesak napas merupakan gejala utama pada Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Namun keluhan ini juga kerap ditemukan pada berbagai jenis infeksi paru. Biasanya disertai dengan peningkatan frekuensi pernapasan atau tachypnea dan peningkatan denyut jantung atau tachycardia.

Infeksi tuberkulosis atau TB/TBC paling mudah dikenali dari gejala batuk yang tidak sembuh-sembuh. Lebih dari dua pekan tidak mereda, dianjurkan untuk cek dahak. Infeksi kronis lainnya pada jaringan paru biasanya juga disertai dengan batuk yang tidak mereda hingga jangka waktu yang lama.

Selain batuk yang tidak kunjung mereda, gejala lain pada infeksi paru adalah produksi dahak yang meningkat. Dahak atau sputum, yakni cairan kental dari saluran napas, merupakan bagian dari mekanisme perlawanan sistem imun terhadap patogan yang menyebabkan infeksi di jaringan tersebut.

Meningkatnya produksi dahak bukan cuma disebabkan oleh infeksi, hipersensitivitas ataupun alergi juga bisa menjadi penyebab. Ketika kondisi ini dipicu oleh infeksi, maka biasanya diserai juga dengan perubahan wujud dahak. Konsistensi jadi lebih kental dan liat, dan warnanya berubah jadi kuning hingga kehijauan.