Korban Gempa Sempat Menyandera Hercules, Psikolog Singgung Efek Cemas

Korban Gempa Sempat Menyandera Hercules, Psikolog Singgung Efek Cemas

Annissa Widya Davita - detikHealth
Senin, 01 Okt 2018 15:25 WIB
Korban Gempa Sempat Menyandera Hercules, Psikolog Singgung Efek Cemas
Ratusan warga korban gempa dan tsunami Palu mulai memenuhi Bandara SIS Al-Jufrie, Palu, Sulawesi Tengah. Mereka menunggu untuk dievakuasi keluar dari Palu. (Foto: Ulet Ifansasti/Getty Images)
Jakarta - Kekacauan sempat terjadi di Bandara Sis Al-Jufri, Palu. Ribuan warga korban gempa dan tsunami yang ingin keluar dari Palu memaksa naik pesawat hingga menerobos penjagaan.

Pengiriman logistik dan relawan sempat dihentikan karena situasi tidak memungkinkan. Namun saat ini, dilaporkan situasi sudah mulai terkendali.

Psikolog klinis dari Personal Growth, Veronica Adesla, menjelaskan perilaku nekat korban gempa dan tsunami di Palu dimungkinkan akibat rasa cemas dan panik yang campur aduk. Akibatnya, masing-masing kehilangan kontrol.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka bertindak seperti itu karena kondisi mereka sedang panik, cemas dan takut. Hal apapun yang dinilai bisa membantu diri mereka atau menolong mereka untuk selamat pasti langsung akan dicari tanpa pikir panjang," jelasnya saat dihubungi detikHealth, Senin (1/10/2018).



Dalam situasi seperti itu, masing-masing orang cenderung hanya memikirkan diri sendiri. Yang penting selamat, bagaimanapun caranya.

"Karena apa yang bisa dilakukan untuk keluar dari tempat itu, akan dilakukan bagaimanapun caranya," kata Veronica.

"Ia merasa memiliki harapan untuk selamat, maka dia akan mengupayakan hal itu," tambahnya.





Tonton juga 'BNPB: Presiden Izinkan Bantuan Internasional untuk Gempa Palu-Donggala':

[Gambas:Video 20detik]

(up/up)

Berita Terkait