Pengiriman logistik dan relawan sempat dihentikan karena situasi tidak memungkinkan. Namun saat ini, dilaporkan situasi sudah mulai terkendali.
Psikolog klinis dari Personal Growth, Veronica Adesla, menjelaskan perilaku nekat korban gempa dan tsunami di Palu dimungkinkan akibat rasa cemas dan panik yang campur aduk. Akibatnya, masing-masing kehilangan kontrol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam situasi seperti itu, masing-masing orang cenderung hanya memikirkan diri sendiri. Yang penting selamat, bagaimanapun caranya.
"Karena apa yang bisa dilakukan untuk keluar dari tempat itu, akan dilakukan bagaimanapun caranya," kata Veronica.
"Ia merasa memiliki harapan untuk selamat, maka dia akan mengupayakan hal itu," tambahnya.
Tonton juga 'BNPB: Presiden Izinkan Bantuan Internasional untuk Gempa Palu-Donggala':
(up/up)











































