Salah satu hambatan yang dirasakan adalah keterbatasan akses penyelamatan korban. Relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khadjar mengatakan, korban yang tertimbun reruntuhan harus segera diselamatkan.
"Ini sudah hari ketiga mungkin sebagian besar memang sudah tidak bisa diselamatkan," katanya.
Berkaca dari proses evakuasi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), listrik adalah kebutuhan vital yang harus segera tersedia. Listrik digunakan untuk menyalakan penerangan, mengoperasikan alat berat, peralatan medis, dan perlengkapan elektronik lainnya. Aliran listrik di Lombok baru normal tiga hari sesudah bencana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ikhsan berharap listrik bisa secepatnya tersedia di Palu dan Donggala, untuk kepentingan evakuasi. Terutama Palu sebagai kota terbesar, yang memiliki sejumlah sarana dan akses vital di Sulawesi Tengah. Adanya listrik juga bisa meredam penjarahan bahan bakar, yang digunakan masyarakat untuk menyalakan sumber penerangan.











































