Ramai #WajahmuPlastik, Mengapa Fisik Mudah Jadi Objek Bullying?

Ramai #WajahmuPlastik, Mengapa Fisik Mudah Jadi Objek Bullying?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Rabu, 03 Okt 2018 16:41 WIB
Ramai #WajahmuPlastik, Mengapa Fisik Mudah Jadi Objek Bullying?
Bully-an fisik sempat ramai diarahkan pada Ratna di medsos. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Kasus simpang siur Ratna Sarumpaet yang diawali dengan penyebaran foto-foto wajahnya yang lebam dan bengkak meroketkan tagar #WajahmuPlastik di media sosial.

Tagar tersebut disertai beberapa cuitan bullying yang mengarah pada fisik Ratna. Bullying ataupun cyber bullying yang terkait soal fisik masih sering marak terjadi, apakah penyebabnya?


Kepada detikHealth, psikolog Bona Sardo menyebutkan bahwa fisik lebih mudah jadi objek bully karena merupakan salah satu aspek dari tubuh yang langsung terlihat. Beda dengan intelijensi (kecerdasan) yang sangat abstrak dan hanya bisa dianalisis setelah melalui proses yang kompleks, seperti mengobrol, wawancara atau tes.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apalagi masyarakat Indonesia sepertinya punya budaya juga untuk mengomentari hal-hal berbau fisik terlebih dahulu kalau ketemu orang. Misal: ketemu teman lama, langsung komentar awal yang muncul: 'Gemukan ya..?' atau 'Kurusan ya..?'" katanya, Rabu (3/10/2018).

Setelah sempat diberitakan mengalami penganiayaan pada 21 September lalu, Ratna Sarumpaet baru-baru ini mengaku bahwa ia menjalani operasi untuk sedot lemak di bagian pipinya.

(frp/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads