Jakarta -
Aktris cantik yang sekaligus DJ, Roro Fitria tengah berkabung karena meninggalnya ibunda tercinta pada Senin (15/10/2018) pagi. Menurut informasi, ia pingsan dan histeris saat mengetahuinya.
Saat mengetahui orang yang dicintai pergi untuk selamanya, ternyata ada lima tahapan yang akan dilaluinya hingga menerima kenyataan tersebut.
Berapa lama? Tidak semua orang sama dalam berkabung. Ada yang cepat dan ada pula yang harus berbulan-bulan hingga bertahun-tahun baru bisa menerimanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa saja sih tahapannya? Berikut detikHealth kutip dari Web MD.
Penolakan
Foto: thinkstock
|
Ketika pertama kali mengetahui kepergian seseorang yang kita cintai, sangat wajar untuk berpikir 'ini tidak mungkin terjadi'. Ini adalah cara sementara untuk mengatasi deru emosi yang luar biasa. Bahkan ini disebut sebagai mekanisme pertahanan.
Kemarahan
Foto: Ilustrasi/ Thinkstock
|
Seiring dengan kenyataan, kamu akan dihadapkan dengan rasa sakit karena kehilangan. Pada saat inilah kamu bisa merasa frustasi dan tak berdaya. Perasaan ini kemudian berubah menjadi kemarahan. Kamu bisa mengarahkan kemarahan ini kepada orang lain, diri sendiri, atau pada kehidupan.
Tawar-menawar
Foto: Ilustrasi/ Thinkstock
|
Pada tahap ini, mungkin kamu akan berpikir 'andai saja...' atau 'bagaimana jika...'. Kamu mencoba mencapai kesepakatan dengan kenyataan yang ada. Perasaan yang masih belum stabil membuatmu tidak bisa berdamai dengan kenyataan.
Depresi
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Depresi muncul saat kamu memahami kerugian dan pengaruh dari kehilangan seseorang. Tanda-tanda depresi meliputi menangis, gangguan tidur, dan menurunnya nafsu makan. Pasti perasaan menyesal dan kesepian akan muncul pada tahap ini.
Penerimaan
Foto: Ilustrasi senyum
|
Pada akhirnya, entah cepat atau lambat, kamu akan menerima kenyataan dari hilangnya seseorang yang kamu cintai dari kehidupan ini. Kamu akan sadar bahwa hal itu tidak bisa diubah. Pada tahap akhir ini, kamu akan mulai bergerak maju meskipun masih dilingkupi perasaan sedih.
Ketika pertama kali mengetahui kepergian seseorang yang kita cintai, sangat wajar untuk berpikir 'ini tidak mungkin terjadi'. Ini adalah cara sementara untuk mengatasi deru emosi yang luar biasa. Bahkan ini disebut sebagai mekanisme pertahanan.
Seiring dengan kenyataan, kamu akan dihadapkan dengan rasa sakit karena kehilangan. Pada saat inilah kamu bisa merasa frustasi dan tak berdaya. Perasaan ini kemudian berubah menjadi kemarahan. Kamu bisa mengarahkan kemarahan ini kepada orang lain, diri sendiri, atau pada kehidupan.
Pada tahap ini, mungkin kamu akan berpikir 'andai saja...' atau 'bagaimana jika...'. Kamu mencoba mencapai kesepakatan dengan kenyataan yang ada. Perasaan yang masih belum stabil membuatmu tidak bisa berdamai dengan kenyataan.
Depresi muncul saat kamu memahami kerugian dan pengaruh dari kehilangan seseorang. Tanda-tanda depresi meliputi menangis, gangguan tidur, dan menurunnya nafsu makan. Pasti perasaan menyesal dan kesepian akan muncul pada tahap ini.
Pada akhirnya, entah cepat atau lambat, kamu akan menerima kenyataan dari hilangnya seseorang yang kamu cintai dari kehidupan ini. Kamu akan sadar bahwa hal itu tidak bisa diubah. Pada tahap akhir ini, kamu akan mulai bergerak maju meskipun masih dilingkupi perasaan sedih.
(wdw/fds)