Hormat dan 'Ngemong', Perawat Lansia Asal Indonesia di Jepang Disenangi

Laporan dari Jepang

Hormat dan 'Ngemong', Perawat Lansia Asal Indonesia di Jepang Disenangi

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Selasa, 20 Nov 2018 11:57 WIB
Kehidupan lansia di Jepang (Foto: Aisyah Kamaliah)
Tokyo - Ledakan lansia di negara Matahari Terbit, Jepang, ternyata membuatnya membutuhkan tenaga perawat lansia. Bahkan, kerjasama ini telah tertuang dalam Economic Partnership Agreement (IJ-EPA) sejak tahun 2008. Ternyata, tenaga kerja asal Indonesia ini mendapatkan respon yang positif dan disenangi oleh lansia di sana.

"Mereka senang sama orang Indonesia karena kan sifat orang Indonesia yang hormat kan sama orangtua, ngemong. Bukan hanya bekerja asal memenuhi kewajiban, tapi juga ada hatinya," kata Arifin Tasfir, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia di Jepang, dalam kunjungan Yayasan Onkologi Anak Indonesia, Senin (19/11/2018).

Menurut Bob Felix Tobing, Kepala Fungsi Protokoler/Konsuler di KBRI Tokyo, ada sekitar 35 ribu sampai dengan 40 ribu perawat dan caregiver yang dibutuhkan oleh Jepang dalam tenggat waktu 5 tahun ke depan. Angka ini tentu saja akan sangat menguntungkan jika Indonesia bisa mendapatkan 10-15 persen dari kuota yang dibutuhkan, masih menurut Arifin.


Akan tetapi tidak mudah untuk menjadi perawat dan caregiver profesional. Caregiver harus melewati berbagai pelatihan dan juga tes. Penentuan lulus atau tidaknya juga ditentukan selama 3 tahun masa percobaan di sana. Akan tetapi mereka optimistis bahwa tenaga kerja asal Indonesia dapat bersaing.

"Caregiver yang sudah di sini ada 1.300-an, secara total yang sudah lulus. Kerjasama sudah sejak 2008 untuk nurse dan perawat dan sudah batch ke-11," tambah Bob.

Dilansir detikFinance, Direktur Pengembangan Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Roostiawati beberapa waktu menjelaskan bahwa Pemerintah Jepang setidaknya membutuhkan 500 caregiver atau 'kaigofukushisi' dalam setiap tahunnya. Kebutuhan ini sulit dipenuhi dari tenaga kerja di Jepang sendiri karena populasi lanjut usia yang sangat besar, yakni penduduk di atas 100 tahun mencapai 15 ribu orang.

(ask/up)