Waduh, 4 Penyakit yang Ditandai dengan Perut 'Buncit'

Waduh, 4 Penyakit yang Ditandai dengan Perut 'Buncit'

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Selasa, 29 Jan 2019 10:29 WIB
Waduh, 4 Penyakit yang Ditandai dengan Perut Buncit
Beberapa masalah kesehatan yang bermuara pada perut buncit. Foto: iStock
Jakarta - Selama ini kita mungkin berpikir bahwa buncit di perut hanya disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat atau kurangnya olahraga. Tapi tahu tidak? Perut yang buncit ternyata bisa menandakan adanya penyakit dalam tubuh, loh.

DetikHealth telah merangkum sejumlah masalah kesehatan yang salah satunya memiliki gejala perut yang membesar. Apa saja daftar-daftarnya? Simak selengkapnya di sini.

Sakit ginjal

Foto: Ilustrasi/thinkstock
Sakit ginjal bisa disebabkan oleh banyak hal misalnya alkohol, hepatitis C, kanker, atau hal lainnya yang mengarah pada kembung atau timbunan cairan.

Bila perut yang besar dan dikarenakan sakit ginjal, kamu juga akan merasa sakit dan mudah memar. Tanda lainnya adalah 'penyakit kuning' atau kulit dan mata yang berwarna kekuningan.

"Cari pertolongan medis apabila menemukan gejala yang berkaitan dengan perut kembung seperti ini," saran dari Alex Hewlett, DO, asisten profesor kesehatan di University of Nebraska Medical Center, seperti dilansir Health.

Gangguan hati

Foto: ilustrasi/thinkstock
Salah satu penyakit yang ditandai dengan perut buncit adalah penyakit gangguan hati, misalnya karena sirosis hati dan juga hepatitis.

Hati adalah organ yang membantu proses ekskresi (proses membuang sisa metabolisme dan yang tidak dibutuhkan tubuh). Seandainya fungsi hati menurun, maka zat dari ekskresi bisa menumpuk dan menimbulkan timbunan pada perut.

Diabetes

Foto: thinkstock
Ditulis Web MD, diabetes dapat mempengaruhi banyak bagian tubuh. Salah satunya adalah saraf vagus, yang mengontrol seberapa cepat perut kosong. Ketika rusak, pencernaan melambat dan makanan tetap berada di tubuh lebih lama dari yang seharusnya atau dikenal dengan istilah gastroparesis.

Gastroparesis bisa membuat seseorang merasa mual dan muntah. Meskipun lebih umum pada orang dengan diabetes tipe 1, orang dengan tipe 2 juga bisa mendapatkannya.

Kebanyakan orang dengan gastroparesis telah memiliki diabetes selama setidaknya 10 tahun dan juga memiliki komplikasi lain yang berkaitan dengan penyakit ini. Gejala lain selain mual muntah adalah fefluks, kesulitan mengendalikan kadar gula darah, dan perut yang kembung.

Busung lapar

Foto: iStock
Kwashiorkor atau busung lapar merupakan salah satu jenis dari gizi buruk. Ciri yang khas dari busung lapar adalah terdapat edema (bengkak) pada seluruh tubuh sehingga tampak gemuk. Apabila bengkak itu ditekan akan meninggalkan bekas seperti lubang.

Selain itu, wajah yang bulat dan sembab, timbulnya ruam berwarna merah muda yang meluas dan berubah warna menjadi coklat kehitaman dan terkelupas, tidak nafsu makan, rambut menipis dan berwarna merah seperti rambut jagung serta mudah dicabut, adalah gejala lainnya.

Jika perbandingan berat badan dan umurnya di bawah 60 persen maka anak tersebut bisa dikatakan terindikasi busung lapar.

Halaman 2 dari 5
Sakit ginjal bisa disebabkan oleh banyak hal misalnya alkohol, hepatitis C, kanker, atau hal lainnya yang mengarah pada kembung atau timbunan cairan.

Bila perut yang besar dan dikarenakan sakit ginjal, kamu juga akan merasa sakit dan mudah memar. Tanda lainnya adalah 'penyakit kuning' atau kulit dan mata yang berwarna kekuningan.

"Cari pertolongan medis apabila menemukan gejala yang berkaitan dengan perut kembung seperti ini," saran dari Alex Hewlett, DO, asisten profesor kesehatan di University of Nebraska Medical Center, seperti dilansir Health.

Salah satu penyakit yang ditandai dengan perut buncit adalah penyakit gangguan hati, misalnya karena sirosis hati dan juga hepatitis.

Hati adalah organ yang membantu proses ekskresi (proses membuang sisa metabolisme dan yang tidak dibutuhkan tubuh). Seandainya fungsi hati menurun, maka zat dari ekskresi bisa menumpuk dan menimbulkan timbunan pada perut.

Ditulis Web MD, diabetes dapat mempengaruhi banyak bagian tubuh. Salah satunya adalah saraf vagus, yang mengontrol seberapa cepat perut kosong. Ketika rusak, pencernaan melambat dan makanan tetap berada di tubuh lebih lama dari yang seharusnya atau dikenal dengan istilah gastroparesis.

Gastroparesis bisa membuat seseorang merasa mual dan muntah. Meskipun lebih umum pada orang dengan diabetes tipe 1, orang dengan tipe 2 juga bisa mendapatkannya.

Kebanyakan orang dengan gastroparesis telah memiliki diabetes selama setidaknya 10 tahun dan juga memiliki komplikasi lain yang berkaitan dengan penyakit ini. Gejala lain selain mual muntah adalah fefluks, kesulitan mengendalikan kadar gula darah, dan perut yang kembung.

Kwashiorkor atau busung lapar merupakan salah satu jenis dari gizi buruk. Ciri yang khas dari busung lapar adalah terdapat edema (bengkak) pada seluruh tubuh sehingga tampak gemuk. Apabila bengkak itu ditekan akan meninggalkan bekas seperti lubang.

Selain itu, wajah yang bulat dan sembab, timbulnya ruam berwarna merah muda yang meluas dan berubah warna menjadi coklat kehitaman dan terkelupas, tidak nafsu makan, rambut menipis dan berwarna merah seperti rambut jagung serta mudah dicabut, adalah gejala lainnya.

Jika perbandingan berat badan dan umurnya di bawah 60 persen maka anak tersebut bisa dikatakan terindikasi busung lapar.

(ask/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads