Raisa Soal Mendiang Sutopo: Semoga Perokok Aktif Lebih Aware

Raisa Soal Mendiang Sutopo: Semoga Perokok Aktif Lebih Aware

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Sabtu, 13 Jul 2019 13:30 WIB
Raisa berharap kisah almarhum Sutopo menjadi pelajaran. (Foto: Rachman Haryanto)
Jakarta - Nama Sutopo Purwo Nugroho bukan lagi hal asing bagi penyanyi Raisa Andriana. Semasa hidup, pria yang dulunya menjabat sebagai Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu sangat dikenal sebagai penggemar berat Raisa hingga hebohnya tagar #SutopoMeetRaisa beberapa waktu lalu.

Meninggalnya Sutopo usai perjuangan beratnya melawan kanker paru membuat Raisa merasa berat dan kehilangan sosok yang inspiratif. Belakangan ini beredar video Sutopo semasa hidup mengaku mendapatkan kanker paru karena menjadi perokok pasif.

Meski tidak merokok, Sutopo terpapar asap rokok dari lingkungan di sekitarnya alias menjadi perokok pasif. Oleh karena itu, Raisa mengimbau pada perokok aktif untuk selalu lebih peduli terhadap lingkungannya dan merokok di ruangan khusus yang telah disediakan.


"Lebih sadar lingkungan ya, be aware aja. Ngerokok kan ada ruangan khusus gitu, jangan seenaknya, be more considerate. Buat aku sebagai secondhand smoker, aku sih berharap orang-orang yang merokok itu lebih sadar sama lingkungannya," tutur Raisa saat berbincang dengan detikHealth di markas detikcom, Jumat (12/7/2019).

Dokter spesialis paru dari Omni Hospital Pulomas, dr Frans Abednego Barus, SpP, menjelaskan bahwa perokok pasif maupun aktif sama-sama menghadapi risiko kanker paru. Ia menyebut bahwa semakin tinggi asap rokok masuk, maka semakin tinggi juga kemungkinan seseorang bisa kena kanker paru-paru.

Kanker paru, menurut dr Frans termasuk penyakit mematikan. Peluang sembuh tentu ada, tetapi pasien yang berada pada stadium lanjut berisiko mengalami perburukan yang tak jarang berujung pada kematian.

"Pada stadium dini kemungkinan ada peluang untuk sembuh dengan operasi dan kemoterapi. Untuk stadium lanjut kemungkinannya kecil sekali bahkan tidak ada," pungkasnya.




(frp/fds)