Benjolan Mirip Gigitan Serangga Pria Ini Ternyata Gejala Leukemia

Benjolan Mirip Gigitan Serangga Pria Ini Ternyata Gejala Leukemia

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Senin, 23 Sep 2019 17:16 WIB
Benjolan yang bengkak mirip gigitan serangga yang ternyata gejala leukemia. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Seorang pria bernama Mike Balla asal di Ohio, Amerika Serikat, memiliki benjolan yang bengkak mirip gigitan serangga di kakinya namun terasa sangat menyakitkan. Awalnya ia mengira benjolan itu hanya gigitan nyamuk atau serangga biasa namun lama kelamaan bengkaknya membesar dan membuat rasa tak nyaman.

Setelah beberapa minggu, bengkaknya tak kunjung hilang sehingga akhirnya Mike mengunjungi dokter dan berkata benjolannya itu mungkin gejala infeksi dari gigitan serangga dan akan sembuh dengan antibiotik. Sayangnya, antibiotik yang diresepkan pun tidak bisa menyembuhkan bengkaknya.

Ketika berkali-kali pengobatannya tidak berhasil, Mike diarahkan untuk melakukan pemeriksaan di unit gawat darurat dan seorang dokter mengatakan mereka sedang menunggu hasil konsultasi dari spesialis onkologi.

"Saat itu saya berkata 'apa pasiennya tidak tertukar? Saya hanya punya gigitan serangga di kaki yang terinfeksi'," kata Mike dikutip dari Live Science.


Namun dokter mengatakan kepadanya bahwa hasil tes darah menunjukkan bahwa Mike mengidap leukemia myeloid akut, jenis kanker sel darah dan sumsum tulang. Ini adalah kanker yang berkembang sangat cepat yang membutuhkan perawatan segera.

Beberapa gejalanya termasuk kelelahan, nyeri tulang, mudah memar dan berdarah serta peningkatan kerentanan pada infeksi. Memang sangat jarang gejala leukemia mirip seperti gigitan serangga.

Dr. Alice Mims, ahli hematologi di The Ohio State University Comprehensive Cancer Center yang tidak terlibat dengan kasus Balla, menyebut meski jarang, sel kanker dapat masuk ke dalam kulit dan menimbulkan gejala yang terlihat seperti gigitan serangga.

Kini, Mike sedang menjalani kemoterapi dan transplantasi sumsum tulang. Ia pun menyarankan semua orang untuk tidak menunda memeriksakan diri ke dokter jika merasa ada yang salah pada tubuhnya.

"Hanya satu jam yang dibutuhkan untuk cek kesehatan di dokter tapi itu bisa mencegah datangnya penyakit yang membutuhkan perawatan berbulan-bulan," pungkasnya.




(kna/up)