Wabah hepatitis A masih menjadi ancaman bagi warga Kota Depok. Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok drg Novarita menyebut ada 306 kasus hepatitis yang tercatat, dua di antaranya adalah kasus baru yang ditemukan di bulan Desember ini.
Selain wabah hepatitis A, dr Nina Dwi Putri, SpA(K), dari RS Universitas Indonesia menyebutkan bahwa wabah difteri masih terus berlangsung hingga kini. Kasus terakhir ditemukan di Medan, Sumatera Utara. Menurutnya masih ada kasus difteri yang ditemukan setiap hari.
Bukan hanya difteri, wabah campak (measless) dan rubella masih harus diwaspadai dan menjadi PR bagi pemerintah. Campak dan rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus campak dan rubella.
"Campak rubella yang tidak pernah selesai, karena rendahnya cakupan MR fase dua di non-Jawa. Di Jawa (cakupannya) 95 persen, di luar Jawa cakupannya jeblok. Karena mungkin informasi tidak tersampaikan dan juga masalah geografis," jelas dr Nina saat ditemui di RS Universitas Indonesia beberapa waktu lalu.
Kemudian tidak boleh dilupakan ancaman wabah polio. Hal ini seiring dengan mewabahnya polio di Filipina dan Sabah, Malaysia, yang secara geografis berdekatan dengan Kalimantan. Wabah polio juga masih terdapat di Papua.
"Cakupan imunisasi di Kalimantan untuk polio rendah," pungkas dr Nina.
(wdw/fds)