Bantah Sembunyikan Kasus Virus Corona 2019-nCoV, Kemenkes: Enak Saja!

Bantah Sembunyikan Kasus Virus Corona 2019-nCoV, Kemenkes: Enak Saja!

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sabtu, 01 Feb 2020 07:25 WIB
Kegiatan simulasi penanganan virus corona dilakukan di sejumlah rumah sakit di beberapa wilayah di Indonesia. Berikut foto-fotonya.
Kemenkes bantah tuduhan kasus ncov disembunyikan. (Foto: Antara Foto)
Jakarta -

Indonesia sampai saat ini masih bersih dari novel coronavirus (2019-nCoV). Menurut data terbaru dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), 30 kasus terkait virus ini sudah diidentifikasi dan hasilnya adalah negatif.

Di sisi lain, tidak adanya kasus positif ketika WHO telah menetapkan status darurat global, memunculkan tudingan miring. Benarkah ada yang disembunyikan oleh Kementerian Kesehatan?

Menanggapi hal ini, dr Wiendra Waworuntu, MKes, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan membantah tegas bahwa anggapan tersebut.

"Enak saja, siapa sih yang mau sembunyi. Kalau kita sembunyiin tuh bisa terus-terus ada penyebaran nggak berhenti," jelasnya saat ditemui di lobi Auditorium Prof Dr GA Swabessy RI, Gedung Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Jumat (31/1/2020).

Menurutnya, jika memang pemerintah benar-benar menutupi kasus positif novel coronavirus, bisa saja negara Indonesia akhirnya mendapat sanksi dari negara lain.

ADVERTISEMENT

"Makanya saya bilang begitu negara dikasih tahu bahwa ini adalah public health emergency of international concern, maka negara itu harus melaporkan, itu kesiapsiagaannya, kalau kita sembunyi nanti kita dibanned sama negara lain," tambahnya.

Selain itu, munculnya anggapan tersebut juga didasari oleh penyebaran novel coronavirus yang saat ini sudah sampai ke negara tetangga seperti Singapura, dan Malaysia.

"Yaudahlah biar saja dia ngomong, emang mau kalian kalau novel coronavirus masuk? Nggak kan?" kata dr Wiendra kembali menegaskan.




(naf/up)
Virus Corona Baru di China
331 Konten
China tengah digemparkan wabah pneumonia 'misterius' yang belum diketahui penyebabnya. Belakangan dikaitkan dengan virus corona jenis baru.