Kesiapan RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengantisipasi banjir dipertanyakan oleh Nihayatul Wafiroh dari Komisi IX DPR RI. Peralatan yang dibutuhkan tidak tersedia saat dibutuhkan.
"Yang namanya pompa air ternyata hanya ada 2 atau 3, padahal kebutuhan saat ini 10," kata Nihayatul, ditemui di Gedung RSCM, Selasa (25/2/2020).
Nihayatul mengatakan, RSCM sebenarnya memiliki SOP (Standar Operational Procedure) dalam situasi darurat. Namun banjir kali ini tidak terantisipasi karena di luar perkiraan.
Baca juga: Genangan Banjir Surut, RSCM Bersih-bersih |
"Mereka punya SOP tapi tidak membayangkan akan sebesar sekarang ini (banjirnya)," katanya.
DPR, menurut Nihayatul mendorong RSCM untuk melihat ulang kebutuhan dan membuat planning jangka pendek. Termasuk di antaranya terkait kebutuhan pompa air yang disebutnya kurang mencukupi.
(up/up)