Ramai Warga Tolak Jenazah Pasien Corona, Pakar Anjurkan Ada Makam Khusus

Ramai Warga Tolak Jenazah Pasien Corona, Pakar Anjurkan Ada Makam Khusus

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Kamis, 02 Apr 2020 12:49 WIB
Viral video warga hadang ambulans dan tolak pemakaman jenazah pasien Corona di Banyumas, Rabu (1/4/2020).
Viral warga tolak jenazah pasien virus corona. (Foto: Tangkapan layar video di media sosial)
Jakarta -

Aksi warga tolak pemakaman jenazah pasien virus corona terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Selain di Makassar, Sulawesi Selatan, ambulans pembawa jenazah pasien virus corona di Kabupaten Banyumas juga dihalangi warga.

Penolakan jenazah pasien virus corona di Makassar akhirnya berujung pemindahan makam. Penolakan oleh warga ini merupakan yang kedua kalinya setelah insiden yang sama terjadi pada Minggu (29/3).

"Prinsipnya ketika ada seseorng yang meninggal karena COVID19, adalah secepatnya menguburkan. Tidak transportasi yang berkepanjangan antar kabupaten atau antar provinsi. Seperti yang sudah dilakukan di Jakarta," sebut Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Dr Ede Surya Darmawan, SKM, MDM, di konferensi pers IAKMI, Kamis (2/4/2020).

Penolakan pemakaman jenazah korban virus corona menyita perhatian masyarakat dan pemerintah. Di DKI Jakarta sendiri, pemerintah menyiapkan dua lokasi khusus pemakaman jenazah pasien virus corona di TPU Pondok Ranggon dan TPU Tegal Alur.

Menyusul, Gubernur Sulawesi Selatan juga menyediakan makam khusus untuk jenazah korban positif Corona (COVID-19) dan PDP Corona untuk menghindari penolakan pemakaman korban Corona di TPU oleh warga. Sejatinya memang tiap daerah disebut harus menyediakan lahan makam khusus untuk pasien korban virus corona.

ADVERTISEMENT

"Sebaiknya di tiap kabupaten/kota, dengan koordinasi bersama Dinkes, ada tim koordinasi pemulasaran jenazah COVID-19 ini. Kalau diserahkan ke masyarakat umum bisa dilihat apa yang terjadi," sebutnya.

"Satu, penolakan, kedua ketidakpahaman sehingga masyarakat akan meng-handle jenazah seperti jenazah biasa. Ini lah yang harus kita lakukan," sambungnya.

Disebutkan bahwa untuk kewaspadaan masyarakat umum, sudah ada pedoman penanganan COVID-19 dari Kementerian Kesehatan salah satunya menggunakan kantong mayat atau plastik sehingga tidak ada kontaminasi.




(kna/up)