Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut saat ini sudah lebih dari 65 ribu kasus demam berdarah Dengue (DBD) di Indonesia. Sebagian di antaranya terjadi di provinsi dengan penularan virus Corona tertinggi.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik di Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi, MEpid, mengatakan beberapa provinsi yang terdapat kasus DBD dan COVID-19 tertinggi di Indonesia, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Selatan.
"Agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kita melihat sampai saat ini kita masih menemukan kasus antara 100-500 kasus perhari," kata dr Nadia, sapaan akrabnya, dalam siaran langsung BNPB melalui kanal YouTube, Senin (22/6/2020).
"Ada 68 ribu kasus demam berdarah di seluruh Indonesia, tentunya kita melihat kembali lagi provinsi yang ada, itu adalah provinsi-provinsi dengan kasus COVID tertinggi, yang juga dengan kasus demam berdarah tertinggi," lanjutnya.
dr Nadia juga menjelaskan hampir seluruh kabupaten/kota yang melaporkan kasus demam berdarah di Indonesia juga memiliki kasus penularan COVID-19.
"Dari 460 kabupaten/kota yang melaporkan kasus demam berdarah, sebanyak 410 itu adalah kabupaten/kota yang juga melaporkan adanya COVID, jadi ada infeksi ganda," jelasnya.
Meski begitu, ahli infeksi dan pediatri tropik dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr Mulya Rahma Karyanti, mengatakan pelayanan pasien demam berdarah dengue atau penyakit lain tidak akan terganggu oleh tingginya kasus COVID-19.
"Untuk pelayanan tidak terganggu, karena akan disaring ditriase di depan, semua rumah sakit akan memiliki triase yang memilah mana yang pasien COVID sama non COVID," pungkas dr Mulya di siaran langsung BNPB melalui kanal YouTube, Senin (22/6/2020).
(up/up)