Soal Jejak Corona di Sayap Ayam, Brasil Desak China Tunjukkan Hasil Lab

Soal Jejak Corona di Sayap Ayam, Brasil Desak China Tunjukkan Hasil Lab

Ayunda Septiani - detikHealth
Kamis, 27 Agu 2020 13:03 WIB
sayap ayam
Soal jejak Corona di sayap ayam, Brasil desak tunjukkan hasil lab. (Foto: detikfood)
Jakarta -

Kementerian Pertanian Brasil mendesak otoritas China untuk memberikan hasil tes laboratorium terkait jejak virus Corona COVID-19 yang ditemukan pada sayap ayam. Sayap ayam tersebut diekspor dari negara Amerika Selatan.

Permintaan diajukan otoritas Brasil pada pertemuan yang dilaksanakan di Shenzhen, Guangdong, dengan pejabat kesehatan dan perdagangan China pada Selasa (25/8/2020).

Dikutip dari laman Reuters, pihak China mengatakan hasil laboratorium tersebut disimpan oleh otoritas kesehatan Guangdong, yang tidak mengikuti pertemuan itu.

Otoritas Brasil mengatakan mereka akan terus bekerja sama dengan pemerintah kota, provinsi, dan pusat China untuk mendapatkan laporan laboratorium serta informasi lainnya yang berkaitan dengan kasus sayap ayam yang terkontaminasi virus Corona.

Klaim soal pencemaran tersebut berkaitan dengan sayap ayam yang diproduksi di sebuah pabrik unggas di Brasil, demikian disebutkan dalam pernyataan itu.

ADVERTISEMENT

Nama perusahaan tersebut adalah Aurora, yang menjalankan produksi di Brasil Selatan secara sukarela. Perusahaan ini mengekspor unggas ke China mulai 20 Agustus sambil menunggu penjelasan lebih lanjut terkait dugaan kontaminasi virus Corona.

Menurut pemerintah Brasil, pejabat China pada pertemuan itu mengatakan ada tiga sampel dinyatakan positif terinfeksi virus Corona COVID-19. Dari ketiga sampel, satu diambil dari sayap ayam, dan dua dari kemasan produk berasal dari pabrik Aurora di kota Xaxim.

"Otoritas kesehatan di Shenzhen tidak dapat mengatakan apakah temuan itu hanya berkaitan dengan deteksi bahan genetik virus atau virus aktif, juga tidak dapat memberikan informasi lebih lanjut tentang dugaan temuan itu," menurut pernyataan itu.

Dugaan soal kontaminasi tersebut menyebabkan Filipina memberlakukan larangan sementara terhadap impor daging unggas dari Brasil. Sementara itu, Hong Kong juga menghentikan sementara impor ayam dari fasilitas Xaxim Aurora.

Namun, sebelumnya direktur eksekutif program darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dr Mike Ryan, mengatakan hingga saat ini belum ada bukti virus Corona menular lewat makanan.

"Saat ini tidak ada bukti bahwa makanan ikut serta dalam penularan virus Corona," ujar dr Mike Ryan dalam siaran pers di kantor WHO Jenewa, yang dikutip dari CNBC International, beberapa waktu lalu.




(naf/naf)