Baru-baru ini, penyanyi pop Kesha saat diwawancarai di acara radio yang dipandu oleh presenter kenamaan Ryan Seacrest mengaku pernah bercinta dengan arwah.
Hal inilah menurut Kesha yang menginspirasinya untuk membuat single terbarunya yang bertajuk Supernatural.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mungkin bagi kebanyakan orang, pengakuan ini terkesan sangat aneh tapi nyatanya Kesha tidaklah sendiri. Para pakar menyatakan bahwa banyak orang yang mengaku memiliki pengalaman seksual dengan arwah atau hantu.
Menurut psikolog, fenomena ini bukanlah hal baru, bahkan bisa dijadikan landasan untuk menjelaskan tentang legenda-legenda abad pertengahan dimana setan pria dan wanita (incubus dan succubus) seringkali melakukan serangan seksual pada orang-orang di malam hari saat mereka tertidur.
Berabad-abad yang lalu, seorang wanita yang mengklaim dirinya telah melakukan hubungan seksual dengan arwah yang tak terlihat justru dituduh sebagai penyihir.
Bahkan dalam sebuah teks fenomenal yang dibuat pada tahun 1986 oleh Heinrich Kramer untuk menumpas seluruh penyihir wanita di Jerman berjudul Malleus Maleficarum tercantum satu bab yang bertuliskan, 'Demikianlah cara para penyihir bersetubuh dengan setan-setan yang dikenal dengan nama Incubi' (Here follows the Way whereby Witches copulate with these Devils known as Incubi).
Dari situ terlihat bahwa Kramer berupaya menjelaskan bahwa bercinta dengan sesuatu yang tak dapat dilihat dan tak ada bentuknya seperti hantu atau arwah adalah perbuatan keji dan menunjukkan tanda-tanda adanya persekongkolan dengan Setan.
Di masa kini, lewat bukunya 'The Terror that Comes in the Night', David J. Hufford memperkirakan bahwa sekitar 15 persen orang mengaku pernah mengalami serangan dalam tidurnya oleh sesuatu yang tidak berwujud pada saat-saat tertentu dalam hidupnya.
Tapi para pakar menekankan bahwa serangan yang terkadang terasa mengerikan ataupun seksi tapi selalu terasa realistis bagi orang yang mengalaminya itu hanyalah hasil dari mispersepsi dan ilusi otak yang normal.
Tahun lalu seorang nenek di Inggris mengaku mengalami serangan seksual oleh seorang hantu. Nenek itu merasakan 'sepasang tangan menyeramkan' yang meraba-raba tubuhnya ketika ia mencoba untuk terpejam, padahal di kamarnya tak ada siapapun selain dirinya sendiri.
Meski Kesha tidak merinci kondisinya saat berhubungan dengan hantu itu, namun diduga ia mengalaminya saat berasa di atas ranjang, entah ketika tidur, mau tidur atau bangun tidur. Para pakar memaparkan bahwa pada waktu-waktu seperti itulah orang-orang akan rentan berhalusinasi, termasuk yang bersifat seksual.
Apa yang Kesha kemukakan tentang 'hipnotis' sepertinya juga memberikan petunjuk lain karena pada dasarnya orang-orang yang berada di bawah hipnosis cenderung berada pada kondisi sangat mudah diberi sugesti dan imajinatif.
Jadi jika Kesha benar-benar mengalami sebuah pengalaman dalam upaya pencariannya terhadap hal-hal supernatural maka pikiran dan imajinasinya akan menafsirkan setiap pengalaman yang tidak lazim itu sebagai sesuatu yang magis atau ajaib. Padahal nyatanya itu hanyalah ilusi.
Secara khusus, mimpi tentang hal-hal seksual yang menggairahkan juga sangat mudah diinterpretasikan sebagai pengalaman bercinta dengan hantu.
(ir/ir)










































