Seorang peneliti bernama Paige Harden dari University of Texas di Amerika Serikat berusaha mencari hubungan antara pengalaman seksual pertama kali dengan kehidupan asmara dan tingkat pendidikan. Ia menggunakan data 1.659 orang pria dan wanita dari penelitian bertajuk National Longitudinal Study on Adolescent Health di AS.
Semua peserta dipantau sejak pertengahan masa remaja sampai menjelang usia dewasa muda, yaitu dari usia 16 - 29 tahun. Setiap peserta ditanya kapan pengalaman seksnya pertama kali dalam 3 kategori, yaitu kategori dini jika dilakukan sebelum usianya 15 tahun, tepat waktu jika usianya 15 - 19 tahun, atau terlambat jika dilakukan setelah berusia 19 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, peserta yang menunda berhubungan seks juga lebih sedikit berpacaran dan lebih kecil kecenderungannya untuk menikah. Namun pada peserta yang telah menikah saat dewasa, peserta yang mau menunggu lebih lama untuk melakukan hubungan seks pertama kali cenderung lebih puas dengan hubungan rumah tangganya.
"Ada beberapa alasan yang dapat menjelaskan mengapa mereka yang mau menunggu lebih lama untuk pertama kali berhubungan seks memiliki kehidupan asmara yang lebih baik di kemudian hari. Orang-orang ini mungkin lebih pilih-pilih terhadap pasangan atau lebih siap apabila hubungan beranjak serius," kata Harden seperti dilansir Medical Daily, Kamis (18/10/2012).
Dalam laporan yang dimuat jurnal Psychological Science, Harden juga menegaskan bahwa menunggu hubungan seks setelah usia dewasa akan membuat pasangan terhindar dari pertengkaran khas anak muda. Pertengkaran pasangan yang bisa dibilang tidak dewasa ini pada akhirnya akan membahayakan hubungan asmara nantinya.
(pah/ir)










































