Kemiripan Antara Sperma, Berkendara dan Transfer Data

Kemiripan Antara Sperma, Berkendara dan Transfer Data

- detikHealth
Senin, 22 Okt 2012 12:04 WIB
Kemiripan Antara Sperma, Berkendara dan Transfer Data
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta -

1. Melebihi 40 km/jam

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Kontraksi yang kuat pada otot-otot di sekitar vas deferens membuat sperma keluar dengan kecepatan sangat tinggi saat ejakulasi. Ibarat mobil, kecepatannya sudah bisa kena tilang karena melebihi batas kecepatan maksimal berkendara di dalam kota karena mencapai 48 km/jam.

2. Ugal-ugalan

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Selain ngebut, sperma juga ugal-ugalan. Penelitian Petr Denissenko dari University of Marwick menunjukkan bahwa perjalanan sperma di sepanjang saluran reproduksi tidak semulus yang dibayangkan, melainkan saling tubruk dan sangat sering membentur dinding saat berbelok. Ini yang membuat Denissenko berpikir ulang untuk menjuluki sperma sebagai perenang andal, karena lebih mirip sopir ugal-ugalan.

3. Akselerasi maksimal

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Sekitar 60 persen lelaki hanya mampu menyemburkan atau bisa dibilang 'meneteskan' sperma pada jarak beberapa centimeter saja. Namun pada sebagian yang lain, jarak semburan sperma saat ejakulasi bisa mencapai jarak 7-10 inchi atau sekitar 17-25 cm. Bahkan beberapa lelaki mampu menyemburkan sperma dengan akselerasi maksimal hingga mencapai jarak 150-182 cm atau nyaris 2 meter.

4. Ejakulasi setara dengan transfer data 1.000 Terabyte/detik

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Seorang dokter di Amerika Serikat pernah menghitung bahwa tiap sel sperma mengandung informasi genetik sebesar 9,16 MB. Kalau ada sekitar 300 juta sel sperma yang dikeluarkan dalam sekali ejakulasi selama 3 detik, maka hal itu setara dengan proses transfer data super besar yakni 1.000 Terabyte/detik.

5. Berani ngebut hanya di luar

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Meski kecepatannya sangat tinggi saat menyembur keluar, sperma mendadak jadi sangat sopan begitu masuk ke saluran reproduksi perempuan. Ibarat masuk ke gang-gang kecil yang banyak polisi tidurnya, perjalanan sel sperma bisa memakan waktu sampai 3 hari hanya untuk mencapai sel telur yang jaraknya tak lebih dari 15 cm dari leher rahim.
Halaman 2 dari 6
Kontraksi yang kuat pada otot-otot di sekitar vas deferens membuat sperma keluar dengan kecepatan sangat tinggi saat ejakulasi. Ibarat mobil, kecepatannya sudah bisa kena tilang karena melebihi batas kecepatan maksimal berkendara di dalam kota karena mencapai 48 km/jam.

Selain ngebut, sperma juga ugal-ugalan. Penelitian Petr Denissenko dari University of Marwick menunjukkan bahwa perjalanan sperma di sepanjang saluran reproduksi tidak semulus yang dibayangkan, melainkan saling tubruk dan sangat sering membentur dinding saat berbelok. Ini yang membuat Denissenko berpikir ulang untuk menjuluki sperma sebagai perenang andal, karena lebih mirip sopir ugal-ugalan.

Sekitar 60 persen lelaki hanya mampu menyemburkan atau bisa dibilang 'meneteskan' sperma pada jarak beberapa centimeter saja. Namun pada sebagian yang lain, jarak semburan sperma saat ejakulasi bisa mencapai jarak 7-10 inchi atau sekitar 17-25 cm. Bahkan beberapa lelaki mampu menyemburkan sperma dengan akselerasi maksimal hingga mencapai jarak 150-182 cm atau nyaris 2 meter.

Seorang dokter di Amerika Serikat pernah menghitung bahwa tiap sel sperma mengandung informasi genetik sebesar 9,16 MB. Kalau ada sekitar 300 juta sel sperma yang dikeluarkan dalam sekali ejakulasi selama 3 detik, maka hal itu setara dengan proses transfer data super besar yakni 1.000 Terabyte/detik.

Meski kecepatannya sangat tinggi saat menyembur keluar, sperma mendadak jadi sangat sopan begitu masuk ke saluran reproduksi perempuan. Ibarat masuk ke gang-gang kecil yang banyak polisi tidurnya, perjalanan sel sperma bisa memakan waktu sampai 3 hari hanya untuk mencapai sel telur yang jaraknya tak lebih dari 15 cm dari leher rahim.

(up/nvt)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads