Viagra Bantu Pasien Kanker Prostat Kembali Greng

Viagra Bantu Pasien Kanker Prostat Kembali Greng

- detikHealth
Selasa, 30 Okt 2012 18:32 WIB
Viagra Bantu Pasien Kanker Prostat Kembali Greng
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Pengidap kanker prostat seringkali menemui masalah dengan kehidupan seksualnya selama dan setelah menjalani pengobatan. Belum lagi dengan penurunan kepercayaan diri sehingga performa seksualnya menjadi kurang maksimal.

Tak dipungkiri jika gangguan seksual seperti disfungsi ereksi merupakan efek samping perubahan kanker prostat.

Namun beruntung studi ini berhasil menemukan bahwa pasien kanker prostat yang mengonsumsi Viagra sebelum dan sesudah menjalani salah satu pengobatan kanker yaitu terapi radiasi terbukti mengalami peningkatan fungsi seksual.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk studi ini, peneliti melibatkan sejumlah pasien kanker prostat yang kankernya belum menyebar dan menjalani external-beam radiation therapy dan/atau memperoleh radiation seed implant.

Lalu secara acak partisipan diminta mengonsumsi 50 miligram dosis Viagra (sildenafil citrate) atau plasebo setiap harinya selama menjalani pengobatan dan 6 bulan setelah terapinya rampung.

Partisipan juga diminta mengisi kuesioner sebelum menjalani terapi radiasi pertamanya dan pada bulan ke-6, 12 dan 24 pasca pengobatan.

Kuesioner itu menanyakan tentang fungsi ereksi, fungsi orgasme, gairah seksual, kepuasan saat penetrasi dan kepuasan seksual secara menyeluruh yang dialami partisipan.

"Pasien yang menerima Viagra menunjukkan perbaikan fungsi seksual secara signifikan, termasuk tak lagi mengalami impotensi," ungkap ketua tim peneliti Dr. Michael Zelefsky dari departemen onkologi radiasi Memorial Sloan-Kettering's Cancer Center seperti dilansir dari healthfinder, Selasa (30/10/2012).

"Hasil studi seperti ini sangat penting bagi pasien karena mendemonstrasikan bahwa terapi obat sebelum dan sesudah terapi radiasi dapat menurunkan risiko impotensi sebagai salah satu efek samping yang sering terjadi pada pasien terapi radiasi," tambah Zelefsky.

Pakar lain juga sepakat jika studi ini sangat bermanfaat bagi sebagian besar pasien kanker prostat, kendati manfaat ini tergantung pada kondisi masing-masing pasien.

"Pria yang menjalani operasi mengalami perbaikan yang progresif pada ereksinya tiga tahun setelah pengobatan, sedangkan pasien terapi radiasi justru mengalami hal sebaliknya. Itulah mengapa pengobatan oral ini mungkin lebih penting bagi pasien radiasi agar dapat digunakan dalam jangka panjang," terang Dr. Warren Bromberg, pakar urologi dari Northern Westchester Hospital, Mount Kisco, N.Y.

(vit/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads