Alat kontrasepsi ini dibuat menggunakan teknologi yang disebut electrically spun nanofabric. Teknologi ini dapat membuat kontrasepsi yang larut dalam tubuh dan melepaskan obat. Tujuannya agar para wanita dapat melindungi dirinya sendiri lewat kontrasepsi yang lebih murah.
"Metode kontrasepsi biasa kurang leluasa digunakan dan kurang begitu aman untuk pencegahan penyakit menular dan kehamilan. Sampai saat ini, tidak ada satu produk kontrasepsi yang dapat digunakan oleh wanita secara diam-diam untuk mencegah dua hal tersebut," kata peneliti, Kim Woodrow, seperti dilansir PopSci.com, Kamis (6/12/2012).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontrasepsi baru ini digunakan dengan cara dimasukkan langsung untuk melapisi vagina, mirip seperti cincin vagina. Cara kerjanya adalah menahan sperma sekaligus melepaskan bahan kimia yang berfungsi sebagai obat kontrasepsi dan anti virus.
Para peneliti merancang agar serat dalam kontrasepsi ini dapat larut dalam waktu beberapa menit, sedangkan serat lainnya masih dapat berfungsi selama beberapa hari. Caranya adalah mencampurkan dua bahan serat yang dirancang untuk mewadahi tujuan di atas menjadi satu.
Saat ini, para peneliti tengah berfokus menguji kontrasepsinya di tempat yang berisiko menularkan HIV namun sulit mendapat perlindungan. Sembari mengujicoba produk ini, para peneliti juga tengah mengembangkan serat yang dapat melepaskan bahan pembasmi infeksi menular seksual dan HIV yang sudah resisten.
(pah/)











































