Berikut ini adalah 5 kondisi yang paling mengancam performa dan kinerja pria ketika berhubungan seksual, seperti dilansir Mensfitness, Kamis (31/1/2013) antara lain:
1. Disfungsi Ereksi
Disfungsi ereksi lebih dikenal dengan istilah impotensi, yaitu kondisi dimana seorang pria tidak mampu mencapai atau mempertahankan ereksi untuk melakukan hubungan seks. Untuk mempertahankan ereksi, penis membutuhkan aliran darah yang baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengobatan untuk disfungsi ereksi harus dilakukan dengan mengubah kebiasaan Anda, seperti menurunkan berat badan, mengontrol kadar kolesterol, berhenti merokok dan menghindari faktor risiko lain untuk penyakit jantung. Beberapa obat seperti Viagra, Levitra, dan Cialis dapat diresepkan oleh dokter untuk mengatasi disfungsi ereksi.
2. Sindrom Defisiensi Testosteron
Sindrom defisiensi testosteron atau hipogonadisme tidak hanya dapat mempengaruhi kinerja seksual seorang pria, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan tulang, tingkat energi, kekuatan otot, dan suasana hati.
Jika Anda mengalami kesulitan mencapai atau mempertahankan ereksi, dokter dapat melakukan tes darah sederhana untuk mengetahui apakah kadar testosteron Anda rendah. Jika Anda mengalami sindrom difisiensi testosteron, dokter mungkin akan menyarankan terapi penggantian hormon testosteron.
Penggunaan gel testosteron juga dapat membantu meringankan gejala. Tidak semua pria dengan kadar testosteron rendah menunjukkan gejala-gejala seperti mudah lelah, suasana hati yang buruk dan gairah sekual yang rendah, sehingga Anda mungkin perlu memeriksakannya,
3. Penyakit Peyronie (Penis melengkung)
Penyakit Peyronie menyebabkan penyempitan atau kelengkungan penis. Jika kondisinya semakin parah, penis akan terasa sakit saat ereksi dan menghalangi Anda untuk berhubungan seks. Deformasi penis tersebut disebabkan oleh jaringan parut yang mungkin terjadi karena cedera hingga menyebabkan timbulnya benjolan keras di sekitar penis atau lebih sering di sisi atas penis.
Dalam kebanyakan kasus, nyeri saat ereksi akan menghilang setelah satu atau dua tahun, meskipun kelengkungan penis tetap terjadi. Pengobatan untuk penyakit Peyronie dapat dilakukan dengan cara operasi. Metode baru yang saat ini sedang diuji adalah menyuntikkan senyawa ke dalam jaringan parut untuk meluruskan penis.
4. Ereksi berkepanjangan (Prapisme)
Prapisme adalah kondisi dimana penis seseorang mengalami ereksi yang berkepanjangan. Jika ereksi berlangsung hingga lebih dari 4 jam, segeralah mencari bantuan ke rumah sakit. Pengobatan harus segera dilakukan dalam waktu 8 jam sejak penis mulai ereksi untuk menghindari kerusakan permanen pada penis.
Salah satu penyebab ereksi berkepanjangan adalah karena penggunaan obat untuk mengobati disfungsi ereksi. Meskipun jarang, tetapi pil viagra dapat memiliki efek samping ereksi berkepanjangan, apalagi jika obat tersebut disuntikkan langsung ke penis.
Prapisme juga dapat terjadi karena penyalahgunaan obat-obatan tertentu seperti kokain. Pilihan pengobatan untuk prapisme termasuk dengan menguras darah berlebih pada penis dengan menggunakan jarum, obat-obatan untuk membatasi aliran darah ke penis, atau operasi.
5. Disfungsi ejakulasi
Jenis paling umum dari disfungsi ejakulasi adalah ejakulasi dini, dimana seorang terlalu cepat mengalami ejakulasi setelah mendapat rangsangan seksual. Ejakulasi dini sebenarnya lebih umum terjadi daripada disfungsi ereksi dan paling banyak terjadi pada pria di bawah usia 40 tahun.
Beberapa perawatan untuk ejakulasi dini antara lain dengan menggunakan anestesi topikal yang diterapkan ke penis untuk menunda ejakulasi dengan mengurangi sensasi.
Masalah-masalah seksual pria tersebut di atas dapat dicegah, dengan rajin berolahraga, berhenti merokok, makan makanan sehat dan menjaga berat badan. Diet yang tepat dan olahraga teratur dapat meningkatkan kadar testosteron, meningkatkan fungsi seksual, serta mengurangi risiko kesehatan lain, seperti kanker prostat.
Pria juga perlu melakukan skrining rutin untuk penyakit kardiovaskular atau jantung. Selain itu, pria juga harus menjaga kesehatan psikologisnya dengan segera mengatasi stres. Stres yang kronis juga dapat mengganggu kemampuan ereksi seseorang.
(/)











































