Disfungsi ereksi (impotensi) terjadi ketika seorang pria tidak bisa lagi mendapatkan atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk melakukan hubungan seksual. Meskipun terasa aneh untuk berbicara dengan dokter, tapi kondisi ini harus segera mendapatkan pertolongan karena disfungsi ereksi erat hubungannya dengan kondisi kesehatan, seperti diabetes atau penyakit jantung.
Gairah seksual laki-laki adalah sebuah proses kompleks yang melibatkan otak, hormon, emosi, saraf, otot dan pembuluh darah. Disfungsi ereksi dapat disebabkan oleh masalah dengan salah satunya. Demikian juga, stres dan masalah kesehatan mental dapat menyebabkan atau memperburuk disfungsi ereksi. Kadang-kadang kombinasi masalah fisik dan psikologis menyebabkan disfungsi ereksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kebanyakan kasus, disfungsi ereksi disebabkan oleh sesuatu yang bersifat fisik. Penyebab umum antara lain penyakit jantung, tersumbatnya pembuluh darah (aterosklerosis), kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes, kegemukan, sindrom metabolik, penyakit Parkinson, Multiple sclerosis, testosteron rendah, penyakit Peyronie (jaringan parut dalam penis), beberapa resep obat, rokok, alkohol, operasi dan cedera di daerah panggul atau sumsum tulang belakang.
Apakah Anda berisiko? Berikut beberapa faktor risiko yang membuat pria memiliki 'bakat' disfungsi ereksi, seperti dilansir Mayo Clinic, Rabu (20/2/2013):
1. Kondisi medis, terutama diabetes dan masalah jantung.
2. Merokok, yang dapat membatasi aliran darah ke pembuluh darah dan arteri. Seiring waktu penggunaan tembakau dapat menyebabkan masalah kesehatan kronis yang menyebabkan disfungsi ereksi.
3. Kelebihan berat badan, terutama jika Anda sangat kelebihan berat badan (obesitas).
4. Perawatan medis, seperti operasi prostat atau pengobatan radiasi untuk kanker.
5. Cedera, terutama jika kondisi tersebut merusak saraf yang mengontrol ereksi.
6. Obat-obatan, termasuk antidepresan, antihistamin (obat alergi), dan obat untuk mengobati tekanan darah tinggi, nyeri atau kanker prostat.
7. Kondisi psikologis, seperti stres, kecemasan atau depresi.
8. Penggunaan narkoba dan alkohol, terutama jika Anda seorang pengguna narkoba jangka panjang atau peminum berat.
9. Bersepeda berkepanjangan, yang dapat menekan saraf dan mempengaruhi aliran darah ke penis, dapat menyebabkan disfungsi ereksi sementara.
(mer/vta)











































