Ini Pengaruh Sindrom Kelelahan Kronis Terhadap Kehidupan Seksual

Ini Pengaruh Sindrom Kelelahan Kronis Terhadap Kehidupan Seksual

Linda Mayasari - detikHealth
Selasa, 26 Feb 2013 19:00 WIB
Ini Pengaruh Sindrom Kelelahan Kronis Terhadap Kehidupan Seksual
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Hubungan seks yang baik dapat berlangsung ketika kedua pasangan dalam kondisi yang sehat dan berenergi. Orang dengan sindrom kelelahan kronis (Chronic fatigue syndrome) akan mengalami kelelahan parah meski hanya melakukan tugas-tugas sederhana saja, apalagi jika harus melakukan aktivitas seksual.

"Chronic fatigue syndrome (CFS) dapat membuat tubuh kelelahan sepanjang waktu dan menyebabkan seseorang kurang tertarik terhadap seks. Kelelahan ekstrim ini dapat mempengaruhi libido seseorang," kata Patricia A. Fennell, MSW, peneliti dan dokter yang mengkhususkan diri dalam penyakit kronis dari Albany Health Management Associates, Inc di New York.

Telah ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa CFS memiliki efek yang buruk bagi libido dan kesehatan seksual. Sebuah penelitian menemukan bahwa dari sejumlah wanita yang telibat dalam penelitian, sekitar 88 persen wanita dengan CFS melaporkan masalah seksual sedangkan 32 persen wanita tanpa CFS tidak mengalami masalah dalam kehidupan seksualnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebuah studi dari Spanyol yang melibatkan 27 wanita dengan CFS menemukan bahwa dirinya akan kelelahan sepanjang hari dan cenderung menghindari seks, kurang mampu menikmati kesenangan saat berhubungan seks, dan lebih cenderung melihat seks sebagai pengalaman negatif.

Seperti dilansir Everyday Health, Selasa (26/2/2013) ketika sindrom kelelahan kronis mulai berkontribusi terhadap kehidupan seksual seseorang, akan menunjukkan gejala sebagai berikut:

1. Kelelahan yang ekstrim sepanjang hari
2. Kesulitan berpikir dan mengingat
3. Nyeri otot dan sendi
4. Kesulitan tidur karena sakit tenggorokan atau nyeri pada kelenjar getah bening

Efek psikologis CFS juga berkontribusi terhadap libido rendah dan disfungsi seksual. Orang dengan kelelahan kronis sering merasa depresi, mudah marah, dan cemas. Ketika seseorang mengalami variabel-variabel psikologis ini, dirinya tidak akan tertarik pada seks.

Meskipun sindrom kelelahan kronis tidak cenderung membuat seks kurang menarik, penyakit ini tidak harus mengakhiri kehidupan seks Anda. Yang perlu Anda lakukan adalah melakukan improvisasi agar kehidupan seks Anda kembali sehat dan menyenangkan.

Temui dokter untuk mendapatkan pengobatan terhadap sindrom kelelahan kronis, kemudian lakukan beberapa perubahan untuk meningkatkan gairah seksual Anda:

1. Menjadwalkan seks
Jangan menghindari seks sama sekali, yang perlu Anda lakukan bersama pasangan adalah menjadwalkan seks agar Anda benar-benar siap. Anda dapat menjadwalkan berhubungan seks sekali setiap dua minggu atau sekali setiap bulan untuk mencegah padamnya gairah seksual.

2. Membangun suasana hati
Orang dengan CFS lebih sering mengalami perubahan suasana hati karena kondisi fisiknya yang kurang mendukung. Anda dan pasangan dapat makan malam romantis dan lain sebagainya untuk membangun mood sebelum berhubungan seks.

3. Jangan terlalu memaksakan diri mendapatkan seks yang hebat setiap kali bercinta
Seks bukanlah sebuah ujian atau tes yang perlu Anda lakukan dengan sempurna, sehingga jangan menganggap bahwa Anda gagal dalam seks akibat CFS. Anda hanya perlu menikmati seks, karena kesenangan yang Anda dapatkan ketika berhubungan seks dapat membantu mengatasi gejala CFS.

(/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads