Studi yang baru saja dipublikasikan dalam jurnal Social Psychological and Personality Science ini untuk pertama kalinya memperlihatkan bahwa mimpi dapat memberikan konsekuensi riil terhadap interaksi pasangan.
Kesimpulan ini diperoleh setelah tim peneliti dari University of Maryland, AS mengamati jurnal mimpi dan aktivitas rumah tangga dari 61 partisipan yang berpasangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak orang yang tidak memperhatikan mimpi-mimpi mereka dan tak menyadari dampaknya terhadap pola pikir mereka. Tapi dengan studi ini kami dapat membuktikan bahwa ada keterkaitan diantara keduanya," tandas ketua tim peneliti Dylan Selterman yang juga staf pengajar ilmu psikologi di University of Maryland seperti dilansir Huffingtonpost, Minggu (12/5/2013).
Namun terlepas dari hal itu, studi lain memprediksi jika porsi kemunculan seseorang dalam mimpi pasangannya dapat mencapai 20 persen. Hal itu berarti jika suatu ketika Anda bermimpi pasangan telah berselingkuh atau mengkhianati Anda maka di kesempatan mimpi yang lain, ia harus 'menebusnya' dengan melakukan 'sesuatu yang benar' atau memperbaiki kesalahan tersebut.
(/)











































